Upacara Pengantin Tradisional Adat Jawa Yogyakarta
1. Nontoni
Nontoni adalah upacara untuk melihat calon pasangan yang akan dikawininya. Dimasa lalu orang yang akan nikah belum tentu kenal terhadap orang yang akan dinikahinya, bahkan terkadang belum pernah melihatnya, meskipun ada kemungkinan juga mereka sudah tahu dan mengenal atau pernah melihatnya. Agar ada gambaran siapa jodohnya nanti maka diadakan tata cara nontoni. Biasanya tata cara ini diprakarsai pihak pria. Setelah orang tua si perjaka yang akan diperjodohkan telah mengirimkan penyelidikannya tentang keadaan si gadis yang akan diambil menantu. Penyelidikan itu dinamakan dom sumuruping banyu atau penyelidikan secara rahasia. Setelah hasil nontoni ini memuaskan, dan siperjaka sanggup menerima pilihan orang tuanya, maka diadakan musyawarah diantara orang tua / pinisepuh si perjaka untuk menentukan tata cara lamaran.
2. Lamaran
Melamar artinya meminang, karena pada zaman dulu diantara pria dan wanita yang akan menikah terkadang masih belum saling mengenal, jadi hal ini orang tualah yang mencarikan jodoh dengan cara menanyakan kepada seseorang apakah puterinya sudah atau belum mempunyai calon suami. Dari sini bisa dirembug hari baik untuk menerima lamaran atas persetujuan bersama. Upacara lamaran:Pada hari yang telah ditetapkan, datanglah utusan dari calon besan yaitu orang tua calon pengantin pria dengan membawa oleh-oleh. Pada zaman dulu yang lazim disebutJodang ( tempat makanan dan lain sebagainya ) yang dipikul oleh empat orang pria. Makanan tersebut biasanya terbuat dari beras ketan antara lain : Jadah, wajik, rengginan dan sebagainya.Menurut naluri makanan tersebut mengandung makna sebagaimana sifat dari bahan baku ketan yang banyak glutennya sehingga lengket dan diharapkan kelak kedua pengantin dan antar besan tetap lengket (pliket,Jawa).Setelah lamaran diterima kemudian kedua belah pihak merundingkan hari baik untuk melaksanakan upacara peningsetan.
3. Peningsetan
Kata peningsetan adalah dari kata dasar singset (Jawa) yang berarti ikat, peningsetan jadi berarti pengikat.Peningsetan adalah suatu upacara penyerahan sesuatu sebagai pengikat dari orang tua pihak pengantin pria kepada pihak calon pengantin putri.Menurut tradisi peningset terdiri dari : Kain batik, bahan kebaya, semekan, perhiasan emas, uang yang lazim disebut tukon ( imbalan) disesuaikan kemampuan ekonominya, jodang yang berisi: jadah, wajik, rengginan, gula, teh, pisang raja satu tangkep, lauk pauk dan satu jenjang kelapa yang dipikul tersendiri, satu jodoh ayam hidup. Untuk menyambut kedatangan ini diiringi dengan gending Nala Ganjur .Biasanya penentuan hari baik pernikahan ditentukan bersama antara kedua pihak setelah upacara peningsetan.
4. Upacara Tarub
Tarub adalah hiasan janur kuning ( daun kelapa yang masih muda ) yang dipasang tepi tratag yang terbuat dari bleketepe ( anyaman daun kelapa yang hijau ). Pemasangan tarub biasanya dipasang saat bersamaan dengan memandikan calon pengantin ( siraman, Jawa ) yaitu satu hari sebelum pernikahan itu dilaksanakan.
Untuk perlengkapan tarub selain janur kuning masih ada lagi antara lain yang disebut dengan tuwuhan. Adapun macamnya :
•Dua batang pohon pisang raja yang buahnya tua/matang, maknanya secara singkat adalah agar mempelai kelak menjadi pimpinan yang baik bagi keluarganya/ lingkungannya/bangsanya serta seperti pohon pisang dapat tumbuh dan hidup di mana saja maka diharapkan bahwa mempelai berdua pun dapat hidup dan menyesuaikan diri di lingkungan mana pun juga dan berhasil (berubah)
•Dua janjang kelapa gading ( cengkir gading, Jawa ), maknanya, kencengin pikir = kemauan yang keras. Dari mempelai diharapkan agar memiliki “kemauan yang keras” untuk dapat mencapai tujuan
•Dua untai padi yang sudah tua.
•Dua batang pohon tebu wulung ( tebu hitam ) yang lurus. Maknanya, dari mempelai diharapkan agar segala sesuatu yang sudah dipikir matang-matang dikerjakan/dilaksanakan dengan tekad yang bulat, pantang mundur (“mulat sarira hangrasawani”)
•Daun beringin secukupnya. Maknanya, diharapkan dari mempelai kelak dapat tumbuh seperti pohon beringin, menjadi pengayom lingkungannya dan agar semuanya dapat berjalan dengan selamat sentosa lahir batin (aja ana-sekoro-koro kalis alangan sawiji apa)
•Daun dadap srep.
Tuwuhan dan gegodongan ini dipasang di kiri pintu gerbang satu unit dan dikanan pintu gerbang satu unit (bila selesai pisang dan kelapa bisa diperebutkan pada anak-anak). Selain pemasangan tarub diatas masih dilengkapi dengan perlengkapan-perlengkapan sbb. (Ini merupakan petuah dan nasehat yang adi luhung, harapan serta do'a kepada Tuhan Yang Maha Kuasa ) yang dilambangkan melalui:
•Pisang raja dan pisang pulut yang berjumlah genap.
•Jajan pasar
•Nasi liwet yang dileri lauk serundeng.
•Kopi pahit, teh pahit, dan sebatang rokok.
•Roti tawar.
•Jadah bakar.
•Tempe keripik.
•Ketan, kolak, apem.
•Tumpeng gundul
•Nasi golong sejodo yang diberi lauk.
•Jeroan sapi, ento-ento, peyek gereh, gebing
•Golong lulut.
•Nasi gebuli
•Nasi punar
•Ayam 1 ekor
•Pisang pulut 1 lirang
•Pisang raja 1 lirang
•Buah-buahan + jajan pasar ditaruh yang tengah-tengahnya diberi tumpeng kecil.
•Daun sirih, kapur dan gambir
•Kembang telon (melati, kenanga dan kantil)
•Jenang merah, jenang putih, jenang baro-baro.
•Empon-empon, temulawak, temu giring, dlingo, bengle, kunir, kencur.
•Tampah(niru) kecil yang berisi beras 1 takir yang diatasnya 1 butir telor ayam mentah, uang logam, gula merah 1 tangkep, 1 butir kelapa.
•Empluk-empluk tanah liat berisi beras, kemiri gepak jendul, kluwak, pengilon, jungkat, suri, lenga sundul langit
•Ayam jantan hidup
•Tikar
•Kendi, damar jlupak (lampu dari tanah liat) dinyalakan
•Kepala/daging kerbau dan jeroan komplit
•Tempe mentah terbungkus daun dengan tali dari tangkai padi ( merang )
•Sayur pada mara
•Kolak kencana
•Nasi gebuli
•Pisang emas 1 lirang
Masih ada lagi petuah-petuah dan nasehat-nasehat yang dilambangkan melalui : Tumpeng kecil-kecil merah, putih,kuning, hitam, hijau, yang dilengkapi dengan buah-buahan, bunga telon, gocok mentah dan uang logam yang diwadahi diatas ancak yang ditaruh di:
• Area sumur
• Area memasak nasi
• Tempat membuat minum
• Tarub
• Untuk menebus kembarmayang ( kaum )
• Tempat penyiapan makanan yanh akan dihidangkan.
• Jembatan
• Prapatan.
5. Nyantri
Upacara nyantri adalah menitipkan calon pengantin pria kepada keluarga pengantin putri 1 sampai 2 hari sebelum pernikahan. Calon pengantin pria ini akan ditempat kan dirumsh saudara atau tetangga dekat. Upacara nyantri ini dimaksudkan untuk melancarkan jalannya upacara pernikahan, sehingga saat-saat upacara pernikahan dilangsungkan maka calon pengantin pria sudah siap ditempat sehingga tidak merepotkan pihak keluarga pengantin putri.
6. Siraman
Siraman dari kata dasar siram ( Jawa ) yang berarti mandi. Yang dimaksud dengan siraman adalah memandikan calon pengantin yang mengandung arti membersihkan diri agar menjadi suci dan murni. Bahan-bahan untuk upacara siraman :
•Kembang setaman secukupnya
•Lima macam konyoh panca warna ( penggosok badan yang terbuat dari beras kencur yang dikasih pewarna)
•Dua butir kelapa hijau yang tua yang masih ada sabutnya.
•Kendi atai klenting
•Tikar ukuran ½ meter persegi
•Mori putih ½ meter persegi
•Daun-daun : kluwih, koro, awar-awar, turi, dadap srep, alang-alang
•Dlingo bengle
•Lima macam bangun tulak ( kain putih yang ditepinnya diwarnai biru)
•Satu macam yuyu sekandang ( kain lurik tenun berwarna coklat ada garis-garis benang kuning)
•Satu macam pulo watu (kain lurik berwarna putih lorek hitam), 1 helai letrek ( kain kuning), 1 helai jinggo (kain merah).
•Sampo dari londo merang ( air dari merang yang dibakar didalam jembangan dari tanah liat kemudian saat merangnya habis terbakar segera apinya disiram air, air ini dinamakan air londo)
•Asem, santan kanil, 2meter persegi mori, 1 helai kain nogosari, 1 helai kain grompol, 1 helai kain semen, 1 helai kain sidomukti atau kain sidoasih
•Sabun dan handuk.
Saat akan melaksanakan siraman ada petuah-petuah dan nasehat serta doa-doa dan harapan yang di simbulkan dalam:
• Tumpeng robyong
• Tumpeng gundul
• Nasi asrep-asrepan
• Jajan pasar, pisang raja 1 sisir, pisang pulut 1 sisir, 7 macam jenang
• Empluk kecil ( wadah dari tanah liat) yang diisi bumbu dapur dan sedikit beras
• 1 butir telor ayam mentah
• Juplak diisi minyak kelapa
• 1 butir kelapa hijau tanpa sabut
• Gula jawa 1 tangkep
• 1 ekor ayam jantan
Untuk menjaga kesehatan calon pengantin supaya tidak kedinginan maka ditetapkan tujuh orang yang memandikan, tujuh sama dengan pitu ( Jawa ) yang berarti pitulung (Jawa) yang berarti pertolongan.Upacara siraman ini diakhiri oleh juru rias (pemaes) dengan memecah kendi dari tanah liat.
Upacara siraman ini dilangsungkan sehari sebelum akad nikah (ijab kabul). Akad nikah dilangsungkan secara/menurut agama masing-masing dan hal ini tidak mempengaruhi jalannya upacara adat. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan pada upacara siraman adalah :
a.Siraman Pengantin Putri
Pengantin putri pada upacara siraman sebaiknya mengenakan kain dengan motif Grompol yang dirangkapi dengan kain mori putih bersih sepanjang dua meter dan pengantin putri rambutnya terurai. Yang bertugas menyiram pengantin putri adalah Bapak dan Ibu pengantin putri, disusul Bapak dan Ibu pengantin putra, diteruskan oleh orang-orang tua serta keluarga yang dianggap telah pantas sebagai teladan. Siraman ini dilanjutkan dan diakhiri juru rias dan paling akhir adalah dilakukan oleh pengantin sendiri, sebaiknya pergunakan air hangat agar pengantin yang disirami tidak masuk angin.
b.Siraman Pengantin Putra
Urut-urutan upacara siraman pengantin putra adalah sama seperti sirama pengantin putri hanya yang menyiram pertama adalah Bapak pengantin putra. Setelah upacara siraman pengantin selesai, maka pengantin putra ke tempat pemondokan yang tidak jauh dari tempat kediaman pengantin putri. Dalam hal ini pengantin putra belum diizinkan tinggal serumah dengan pengantin putri. Sedangkan pengantin putri setelah siraman berganti busana dengan busana kerik, yaitu pengantin putri akan dipotong rambut bagian depan pada dahi secara merata.
7.Midodareni
Midodareni berasal dari kata dasar widodari ( Jawa ) yang berarti bidadari yaitu putri dari sorga yang sangat cantik dan sangat harum baunya.Midodareni biasanya dilaksanakan antara jam 18.00 sampai dengan jam 24.00 ini disebut juga sebagai malam midodareni, calon penganten tidak boleh tidur. Saat akan melaksanakan midodaren ada petuah-petuah dan nasehat serta doa-doa dan harapan yang di simbulkan dalam:
•Sepasang kembarmayang (dipasang di kamar pengantin), adalah sepasang benda yang dirangkai dalam bentuk tertentu dengan bunga pinang guna keperluan mempelai. Akan tetapi arti sebenarnya dimaksudkan disini melambangkan suatu “pohon hayat” dalam bentuk sekaligus berfungsi sebagai dekorasi.
•Sepasang klemuk (periuk) yang diisi dengan bumbu pawon, biji-bijian, empon-empon dan dua helai bangun tulak untuk menutup klemuk tadi
•Sepasang kendi yang diisi air suci yang cucuknya ditutup dengan daun dadap srep ( tulang daun/ tangkai daun ), Mayang jambe (buah pinang), daun sirih yang dihias dengan kapur.
•Baki yang berisi potongan daun pandan, parutan kencur, laos, jeruk purut, minyak wangi, baki ini ditaruh dibawah tepat tidur supaya ruangan berbau wangi
Dalam upacara midodareni pengantin putri mengenakan busana polos artinya dilarang mengenakan perhiasan apa-pun kecuali cincin kawin. Dalam malam midodareni itulah baru dapat dikatakan pengantin dan sebelumnya disebut calon pengantin. Pada malam itu pengantin putra datang ke rumah pengantin putri. Untuk model Yogyakarta pengantin putra mengenakan busana kasatrian yaitu baju surjan, blangkon model Yogyakarta, kalung korset, mengenakan keris, sedangkan model Surakarta, pengantin putra mengenakan busana Pangeran yaitu mengenakan jas beskap, kalung korset dan mengenakan keris pula. Untuk mempermudah maka pengantin putra pada waktu malam midodareni boleh juga mengenakan jas lengkap dengan mengenakan dasi asal jangan dasi kupu-kupu.
Adapun dengan selesainya midodareni saat jam 24.00 calon pengantin dan keluarganya bisa makan hidangan yang terdiri dari :
• Nasi gurih
• Sepasang ayam yang dimasak lembaran ( ingkung, Jawa )
• Sambel pecel, sambel pencok, lalapan
• Krecek
• Roti tawar, gula jawa
• Kopi pahit dan teh pahit
• Rujak degan
• Lampu juplak minyak kelapa untuk penerangan ( jaman dulu)
8. Upacara Langkahan
Langkahan berasal dari kata dasar langkah (Jawa) yang berarti lompat, upacara langkahan disini dimaksudkan apabila pengantin menikah mendahului kakaknya yang belum nikah , maka sebelum akad nikah dimulai maka calon pengantin diwajibkan minta izin kepada kakak yang dilangkahi.
9. Upacara Ijab
Ijab atau ijab kabul adalah pengesahan pernihakan sesuai agama pasangan pengantin. Secara tradisi dalam upacara ini keluarga pengantin perempuan menyerahkan / menikahkan anaknya kepada pengantin pria, dan keluarga pengantin pria menerima pengantin wanita dan disertai dengan penyerahan emas kawin bagi pengantin perempuan. Upacara ijab qobul biasanya dipimpin oleh petugas dari kantor urusan agama sehingga syarat dan rukunnya ijab qobul akan syah menurut syariat agama dan disaksikan oleh pejabat pemerintah atau petugas catatan sipil yang akan mencatat pernikahan mereka di catatan pemerintah.
10. Upacara Panggih
Panggih ( Jawa ) berarti bertemu, setelah upacara akad nikah selesai baru upacara panggih bisa dilaksanaakan,. Pengantin pria kembali ketempat penantiannya, sedang pengantin putri kembali ke kamar pengantin. Setelah semuanya siap maka upacara panggih dapat segera dimulai.
Upacara Panggih dalam Perkawinan Adat Jawa merupakan puncak acara dari serangkaian upacara adat yang mendahuluinya. Rangkaian acara yang mewarnai upacara panggih meliputi :
•Upacara balangan sedah / lempar sirih yaitu pengantin putra dan pengantin putri saling melempar sirih, setelah itu disusul dengan berjabat tangan tanda saling mengenal.
•Upacara Wiji Dadi, sebelum pengantin putra menginjak telur, pengantin putri membasuh terlebih dahulu kedua kaki pengantin putra.
•Upacara sindur binayang yaitu pasangan pengantin berjalan dibelakang ayah pengantin putri, sedangkan ibu pengantin putri dibelakangnya pengantin tersebut. Hal ini mempunyai makna Bapak selalu membimbing putra-putrinya menuju kebahagiaan, sedangkan Ibu memberikan dorongan “tut wuri handayani”
•Timbang (Pangkon) dan disusul upacara tanem upacara tanem yaitu Bapak pengantin putri mempersilahkan duduk kedua pengantin di pelaminan yang bermakna bahwa Bapak telah merestui dan mengesahkan kedua pengantin menjadi suami istri.
•Upacara tukar kalpika yang disebut juga tukar cincin yaitu memindahkan dari jari manis kiri ke jari manis kanan dan dilaksanakan saling memindahkan. Hal ini mempunyai makna bahwa suami istri telah memadu kasih sayang untuk mencapai hidup bahagia sepanjang hidup.
•Kacar-kucur (tanpa kaya). Upacara kacar-kucur atau disebut guna kaya yang bermakna bahwa hasil jerih payah sang suami diperuntukkan kepada sang istri untuk kebutuhan keluarga.
•Kembul Dhahar “ Sekul Walimah “. Upacara kembul dhahar yaitu kedua pengantin saling suap-suapan secara lahap. Hal ini bermakna bahwa hasil jerih payah dan rejeki yang diterimanya adalah berkat Rahmat Tuhan dan untuk mencukupi keluarganya. Segala suka dan duka harus dipikul bersama-sama.
•Pengantin putra dengan sabar menunggu pengantin putri menghabiskan Dhaharan.Biasanya Ibu lebih sayang untuk membuang makanan. Hal ini bermakna agar Tuhan selalu memberikan rezeki dan selalu mensyukuri rezeki yang diterimanya.
•Upacara Mertuwi. Bapak dan Ibu pengantin putra datang dijemput oleh Bapak dan Ibu pengantin putri untuk menjenguk pengesahan perkawinan putrinya. Setelah dipersilahkan duduk oleh Bapak dan Ibu pengantin putri lalu dilangsungkan upacara sungkeman. Apabila Ayah atau Bapak pengantin putra telah meninggal dunia, maka sebagai gantinya yaitu kakak pengantin putra atau pamannya.
•Upacara Sungkeman. Upacara sungkeman / Ngebekten yaitu kedua pengantin berlutut untuk menyembah kepada Bapak dan Ibu dari kedua pengantin. Dalam hal ini bermakna bahwa kedua pengantin tetap berbakti kepada Bapak / Ibu pengantin, serta mohon doa restu agar Tuhan selalu memberikan rahmatnya.
Untuk melengkapi upacara panggih tersebut busana yang dikenakan sesuai dengan busana gaya Yogyakarta, dengan iringan gending Jawa:
1.Gending Bindri untuk mengiringi kedatangan penantin pria
2.Gending Ladrang Pengantin untuk mengiringi upacara panggih mulai dari balangan ( saling melempar ) sirih, wijik ( pengantin putri mencuci kaki pengantin pria ), pecah telor oleh pemaes.
3.Gending Boyong/Gending Puspowarno untuk mengiringi tampa kaya (kacar-kucur), lambang penyerahan nafkah dahar walimah. Setelah dahar walimah selesai, gending itu bunyinya dilemahkan untuk mengiringi datangnya sang besan dan dilanjutkan upacara sungkeman
Sumber :
www.resep.web.id/.../perkawinanpernikahan-adat-jawa.htm
id.wikipedia.org/wiki/Upacara_pernikahan
holyku.page.tl/Pernikahan-Adat-Jawa-Yogyakarta.htm
http://www.wonosari.com/t6440-upacara-pengantin-adat-jawa-1
Selasa, 24 Mei 2011
Selasa, 29 Maret 2011
Perkembangan Kesenian Ketoprak
Ketoprak (bahasa Jawa: kethoprak) adalah sejenis seni pentas yang berasal dari Jawa Tengah. Dalam pentasan ketoprak, terdiri dari sandiwara yang diselingi dengan lagu-lagu Jawa, yang diiringi dengan gamelan. Ketoprak merupakan kesenian tradisional yang mengangkat cerita tentang babad Tanah Jawa. Sejarah yang dijadikan landasan cerita sering dibumbui dengan berbagai pemanis sehingga menjadi cerita yang enak dinikmati.Tema cerita dalam sebuah pertunjukan ketoprak bermacam-macam. Biasanya diambil dari cerita legenda atau sejarah Jawa. Banyak pula diambil cerita dari luar negeri. Tetapi tema cerita tidak pernah diambil dari repertoar cerita epos (wiracarita): Ramayana dan Mahabharata. Sebab nanti pertunjukan bukan ketoprak lagi melainkan menjadi pertunjukan wayang orang.
Beberapa lakon ketoprak yang terkenal misalnya: Darma-Darmi, Kendana-Gendini, Aryo Penangsang Mati Ngadeg, Warok Suramenggala, Abdul Semararupi, Panji Asmarabangun, Klana Sewandana, Ande-ande lumut, Anglingdarma, Rara Mendut-Pranacitra, Damar Wulan, dan sebagainya.
Dulu ketoprak sering dipentaskan di kraton saja. Ketoprak ini timbulnya pada tahun kurang lebih 1922 pada masa Mangkunegaran. Sebagai ilustrasi diiringi gamelan yang berupa lesung, alu, kendang dan seruling, karena cerita atau pantun-pantunnya merupakan sindiran kepada pemerintah atau kerajaan maka kesenian ketoprak ini lalu dilarang. Pada tahun 1942 tidak boleh dipentaskan karena waktu itu di zaman Jepang menjajah. Setelah Jepang pergi barulah ketoprak dipentaskan lagi atas jasa KRT Wongsonegoro yang pernah menjadi gubernur Jateng.
Pada awalnya, ketoprak menggunakan iringan suara lesung dan alu yang biasa digunakan sebagai alat penumbuk padi. Alat-alat ini menimbulkan suara: prak, prak, prak, yang merupakan asal dari kata ketoprak. Namun saat ini jalan cerita ketoprak diiringi oleh irama gamelan dan keprak yang tak henti. Dan ini sangat menarik dinikmati, terutama apabila memang pertunjukan ketoprak yang disuguhkan mengangkat cerita humor yang dapat mengundang tawa.
Ciri khas dari ketoprak :
• Dialog berbahasa jawa
• Bercerita tentang Raja-raja pada abad 4 s/d abad 18. Dongeng rakyat. egenda. Mitos.. juga kadang-kadang menampilkan LAKON CARANGAN “cerita made in sutradara ketoprak”.
• Walau iringan musik ketoprak selalu berubah menyesuaikan perkembangan jaman, namun suara KEPRAK/KENTHONGAN pasti selalu terdengar.
Di dalam sejarah, perubahan bentuk kesenian ketoprak itu sendiri terbagi menjadi beberapa istilah seperti berikut :
1. Ketoprak gejog/lesung (1887 - 1908)
Asal mula ketoprak ini terwujud dari permainan para pemuda di dusun yang sedang bermain sambil diiringi irama lesung pada saat bulanpurnama. Namun kebiasaan tersebut kini menjadi salah satu budaya dan salah satu seni drama tradisional kuno. Alat musik yang digunakan pada awalnya hanya sebuah gejog (lesung) dengan di iringi beberapa lelagon dolanan (nyanyian pedesaan) di antaranya lagu ILIR-ILIR, JAMURAN, IJO-IJO dll. Ketoprak yang masih menggunakan iringan lesung tergelar sekitar tahun 1887 dan lakon yang di tampilan hanya bercerita tentang seputar kehidupan di pedesaan
2. Ketoprak Wreksadiningrat (1908 - 1925)
K.R.M.T.H Wreksadiningrat seorang abdi dalem Bupati Nayaka di Surakarta Hadiningrat melihat ada kandungan seni yang sangat bagus di dalam ketoprak tersebut, hal itu menggugah hatinya untuk mengangkat tontonan ketoprak menjadi salah satu bagian dari kesenian keraton. Dari situlah ketoprak mengalami pertama kali perubahan, semula hanya di iringi musik lesung kemudian iringanpun di tambah dengan kendang seruling dan terbang, nyanyian yang semula hanya lelagon dolanan akhirnya di tambah dengan sekar alit (macapat) dan sekar tengahan di antaranya MIJIL PAMULAR. PUCUNG BUPLAK. GAMBUH dll. Lakon yang di tampilkan mulai mengambil cerita-cerita berbau dongeng seperti JAKA BODO, WARSA WRASI, JAKA KUSNUN dll. Perkembangan ketoprak mampu menarik perhatian kalangan keraton. Hal itu terbukti dengan banyaknya kerandah dalem (orang dalam keraton) yang berminat mementaskan untuk beraneka macam acara yang di adakan oleh kerandah dalem, bahkan Susuhunan Mangku Negara sendiri tidak jarang menampilkan ketoprak Wreksadiningrat. Tidak di ketahui dengan jelas apa penyebab bubarnya ketoprak Wreksadiningrat, ada kemungkinan usia tua K.R.M.T.H Wreksadiningrat yang menyebabkan ketoprak tersebut sejak tahun 1925 sudah tidak pernah menggelar pementasan lagi.
3. Ketoprak Wreksatama (1925 – 1927)
Kemudian pada tahun 1925 di kampung Madyataman Surakarta berdiri grup ketoprak baru dengan nama ketoprak Wreksatama yang di dirikan oleh Ki Wisangkara bekas anggota ketoprak Wreksadiningrat. Di bawah kepemimpinan Ki Wisangkara ketoprak juga mengalami perubahan, musik iringan model Wreksadiningrat oleh ketoprak Wreksatama di perlengkap lagi dengan saron, biola, gitar, mandolin, kenong, kempul, gong. Nyanyian tetap seperti ketoprak Wreksadiningrat, tetapi lakon yang di tampilkan berubah, Ki Wisangkara sudah berani menampilkan lakon-lakon babad di antaranya cerita panji, ajisaka dan beberapa cerita-cerita berlatar belakang jaman kerajaan. Mungkin karena Ki Wisangkara terlalu berani menampilkan cerita dan pantun-pantun yang berisi sindirian kepada pemerintah atau keraton yang di kawatirkan bisa mengurangi kewibawaan kalangan keraton maka kesenian ketoprak ini akhirnya dilarang.
4. Ketoprak Krida Madya Utama (1927 – 1930)
Karena kesenian tersebut asalnya merupakan kesenian rakyat maka walaupun di larang akhirnya ketoprak tetap berkembang di daerah pedesaan atau pesisiran di Jawa Tengah sampai munculah ketoprak professional dengan nama Krida Madya Utama. Sebagai pendiri ketoprak tersebut adalah Ki Jagatrunarsa dan Ki Citra Yahman. Di karenakan Krida Madya Utama adalah ketoprak professional yang keberlangsungan hidupnya tergantung kepada penonton maka ketoprak Krida Madya Utama akhirnya njajah desa milang kori (berpindah pindah tempat) sampi ke daerah Yogyakarta . Mulai saat itu ketoprak menjadi terkenal dan bisa mengungguli kesenian lainnya, seperti Srandul, EMprak dll.
5. Ketoprak Gardanela (1930 – 1955)
Setelah sampai di Yogyakarta ketoprak lebih di sempurnakan lagi dengan iringan gamelan jawa lengkap laras pelog, tema ceritanya mengambil babad dan sejarah dengan catatan kostum yang di pakai untuk pementasan tidak di perbolehkan menyamai aslinya “pakaian kebesaran keraton”. Menurut tulisan karya mendiang W.S Rendra masa-masa itu di sebut Jaman ketoprak GARDANELA karena ketoprak pada waktu itu sudah mulai berkreasi menggarap cerita-cerita luar negeri seperti Sampek Engtay, Johar Manik, Jenderal Sie Jien Kwie.
6. Ketoprak moderen (1955 – 1958)
Pada tahun 1955 ketoprak professional/tobongan benar-benar menjamur, banyak grup ketoprak bersaing dalam berbagai hal terutama tentang kreasi cerita dan pementasan, sehingga pada masa itu banyak grup ketoprak yangmenambahkan sebuah kalimat di depan nama grupnya dengan kata moderen, misalnya KETOPRAK MODEREN KRIDO MARDI. KETOPRAK MODEREN S 3 MAREM dll.
7. Ketoprak Gaya Baru (1958 – 1987)
Bagaikan sebuah perlombaan yang akhirnya di menangkan oleh Ki Siswondo Harjo Suwito pada tahun 1958 ketoprak Siswo Budoyo dengan terobosan yang spektakuler berhasil menggulingkan ketoprak Moderen dan menggantikannya menjadi ketoprak Gaya B aru Siswo Budoyo Tulungagung.
Beberapa jenis ketoprak antara lain :
1. Ketoprak Lesung, ciri-cirinya antara lain :
• Alat musik yang dipergunakan dalam Ketoprak ini terdiri dari lesung, kendang, terbang dan seruling
• Ceritera yang dibawakan adalah kisah-kisah rakyat yang berkisar pada kehidupan sehari-hari
• Kostum yang dipakaipun seperti keadaan mereka sehari hari sebagai penduduk pedesaan, ditambah dengan sedikit make up yang bersifat realis.
• Untuk mementaskan Ketoprak Lesung dibutuhkan pendukung sebanyak ± 22 orang, yaitu 15 orang untuk pemain (pria dan wanita) dan 7 orang sebagai pemusik. Dalam pertunjukan ini tidak dikenal adanya vokalis khusus atau waranggana.
• Menggunakan pentas berupa arena dengan desain lantai yang berbentuk lingkaran.
• Sampai sekarang Ketoprak Lesung yang ada masih mempertahankan alat penerangan berupa obor, tetapi ada juga pertunjukan Ketoprak Lesung yang menggunakan lampu.
• Pada waktu masuk atau keluar panggung atau kegiatan lain pemain Ketoprak Lesung melakukannya dengan tarian yang bersifat improvisasi.
2. Ketoprak Gamelan
• Merupakan perkembangan lebih lanjut Ketoprak Lesung akan tetapi fungsi pertunjukan Ketoprak Gamelan ini tidak berubah, yaitu sebagai hiburan bagi masyarakat, yang kadang-kadang menyelipkan penerangan penerangan dari pemerintah kepada mereka.
• Cerita yang dimainkan dalam Ketoprak Gamelan ini lebih banyak diambil dari cerita babad tentang kerajaan-kerajaan yang pernah ada, terutama di Jawa.
• Untuk mementaskan Ketoprak diperlukan pendukung sebanyak kurang lebih 34 orang pemain, penabuh gamelan, waranggana, dan dalang.
• Lama pertunjukan untuk setiap pementasan mencapai 7 sampai 8 jam
• Para aktor biasanya berpedoman pada naskah singkat yang dibuat oleh dalang. Naskah ini hanya memuat pedoman tentang adegan apa saja yang harus ditampilkan dari inti dan ceritera yang dipentaskan. Dialog, blocking dan lain-lain permainan di panggung sepenuhnya dilakukan oleh pemain secara improvisasi.
• Ketoprak ini menggunakan alat musik yang berupa gamelan Jawa lengkap pelog dan slendro, atau slendro saja.
• Tempat pertunjukan berupa pentas berbentuk panggung dengan dekorasi (latar belakang) yang bersifat realis (sesuai dengan lokasi kejadian, misalnya di hutan, di kraton dan lain-lain).
• Sebelum permainan utama ketoprak di mulai, biasanya disuguhkan terlebih dahulu pertunjukan extra berupa tari-tarian yang tidak ada hubungannya dengan ceritera yang akan dimainkan
Kesenian ketoprak yang dahulu menjadi primadona kini, dari hari ke hari, semakin memudar. Masuknya kebudayaan baru dan teknologi yang modern, serta peran orang tua sekarang yang jarang sekali memberikan pendidikan kebudayaan terhadap anak didiknya mempengaruhi proses pelestarian kebudayaan. Terjadi perubahan pandangan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap kesenian ketoprak yang dahulu sangat popular. Saat ini, kesenian ketoprak dianggap sebagai sesuatu yang ketinggalan jaman, kuno, tontonan orang tua, dsb. sehingga membuat generasi muda merasa enggan serta gengsi untuk menyaksikannya. Banyaknya variasi hiburan yang lebih “modern” mengalihkan perhatian generasi muda dari warisan kebudayaannya.
Globalisasi menjadi faktor pendorong yang memudahkan kita untuk mengetahui segala informasi “modern” yang terjadi di dunia. Gejala yang juga menonjol sebagai dampak dari globalisasi informasi adalah terjadinya perubahan budaya dalam masyarakat tradisional, yakni perubahan dari masyarakat tertutup menjadi masyarakat yang lebih terbuka, dari nilai-nilai yang bersifat homogen menuju pluralisme nilai dan norma sosial. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia secara mendasar. Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh.
Pementasan kesenian ketoprak yang lebih modern pun pernah dilakukan. Hal ini terbukti dengan adanya program televisi “Ketoprak Humor” di televisi. Ketoprak Humor merupakan suatu program kesenian televisi yang hadir pertama kali di stasiun televisi TVRI pada akhir 90an atas bentukan mantan Menteri Tenega Kerja dan Transmigrasi Indonesia, Erman Suparno. Setelah itu, nama Ketoprak Humor semakin berkibar sejak tayang di stasiun telvisi RCTI mulai 1998.
Antusiasme masyarakat terhadap program kesenian inipun dapat dibilang tinggi. Hal ini terbukti dengan dinobatkannya program kesenian Ketoprak Humor sebagai Program Kesenian Tradisional Paling populer di ajang Panasonic Awards, tiga kali berturut-turut yaitu tahun 200, 2001, dan 2002. Program kesenian ini sangat memegang teguh nilai kebudayaan yang terkandung dalam setiap cerita yang dilakoni. Pada saat permintaan pasar yang menginginkan program ini menjadi program yang hanya mengedepankan sisi humor saja, sang sutradara Aries Mukadi memilih untuk menolaknya.
Menurut Aries, meskipun Ketoprak Humor dikemas jenaka, tetap ada pakem-pakem yang harus dipertahankan. Misalnya saja dari unsur cerita harus dibuat serius, ada alur, disesuaikan dengan fakta sejarah, dan tidak boleh menyimpang. “Konsep ketoprak itu kan kesenian tradisi, ada cerita, tokoh, pakaiannya, yah itulah. Kayak sopan santunnya masih dipertahankan, kalau guyon-guyon begitu saja kan nggak boleh. Nggak boleh ada tempelengan, tapi sopan santun,” ujarnya.
Dalam upaya menjaga eksistensi kesenian ketoprak, beberapa seniman ketoprak membentuk komunitas Ketoprak Garapan, dengan kemasan yang berbeda dengan ketoprak yang sudah ada. Salah satunya adalah pementasan Ketoprak Ringkes yang sekarang ini sangat populer dan digemari masyarakat Yogyakarta. Ketoprak Ringkes merupakan upaya memberi warna dalam kesenian ketoprak yang sudah ada. Lakon cerita diambil dengan mengadaptasi situasi politk sosial yang sedang menjadi perbincangan masyarakat sementara gaya pementasan dibawakan secara santai, penuh dengan improvisasi. Kemasan pementasan ini membuat kesenian ini menjadi sangat segar, lucu dan menarik.
Hal ini seperti yang terlihat dalam pementasan “Cecak Nguntal Cagak (Cicak Makan Tiang)“ yang dimainkan oleh Komunitas Ketoprak Ringkes Tjap Tjontong di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu (30/1), siapapun akan sepakat menyatakan bahwa pementasan tersebut berlangsung sangat sukses. Gedung konser yang berkapasitas sekitar 1000 kursi terisi penuh tanpa sisa, sementara puluhan penonton yang tidak kebagian tempat duduk rela duduk lesehan beralas tikar dan koran didepan panggung. Pementasan yang berdurasi sekitar 2,5 jam juga berlangsung sangat interaktif. Celotehan penonton terhadap adegan-adegan yang dianggap menjenuhkan ditanggapi para pemain dengan dialog-dialog yang mampu memancing tawa.
Cicak Nguntal Cagak berkisah tentang karut marut hukum yang berlaku di kerajaan “Regul Bawana” yang dipimpin oleh Raja Kasmala Nagara. Raja yang setiap hari pekerjaannya hanya menjaga citra dan terlalu yakin dengan kekuasaannya karena merasa segala kebijakannya didukung rakyat ini justru didemo oleh rakyatnya akibat banyaknya kasus yang tak terselesaikan. Uang negara sebesar Rp. 6,7 trilyun yang menguap entah kemana belakangan diketahui bahwa uang tersebut ternyata dibagi-bagi oleh konglomerat ‘Digdoyo’ untuk para penguasa yang sangat korup, sementara pada sisi yang lain seorang rakyat kecil harus rela dipenjarakan hanya karena ‘mengambil sebutir buah semangka’ milik tetangga.
Untuk menghindari tuduhan bahwa dirinya terlibat, Raja Kasmala Negara kemudian membentuk Tim Pencari Fakta. Namun, pembentukan tim ini ternyata justru membuat kondisi semakin runyam dan tak menentu. Bahkan beberapa tokoh baik justru harus rela masuk penjara karena menentang raja dan kisah ini diakhiri dengan pengunduran diri sang raja karena rakyat tak lagi percaya dengan Raja Kasmala Negara.
Meski pementasan ketoprak malam itu berlangsung sukses, namun di balik kesuksesan itu, ada sebuah keprihatinan dan kekhawatiran terhadap eksistensi kesenian ketoprak semacam ini. Sebab, sampai saat ini ketoprak masih dimainkan oleh para seniman tua yang masa edarnya tentu sudah tak lama lagi. Jumlah generasi muda yang peduli serta berupaya mempertahankan kesenian ini dengan terjun langsung sebagai pemain ketoprak sangatlah sedikit. Jangankan memainkan sebuah peran dalam pertunjukkan kesenian ketoprak, menonton pun enggan rasanya. Tidak heran jika kesenian ini sekarang hanya terkenal dikalangan generasi tua saja.
Selain karena globalisasi dan ketidaktertarikkan generasi muda terhadap kesenian ketoprak, terdapat faktor lain yang menjadi batu sandungan pengembangan kesenian ini, yaitu peluang dan sponsor untuk penyelenggaraan. Aktor Teater yang juga seniman Ketoprak Drs.Susilo “Ngarso“ Nugroho mengemukakan bahwa melubernya antusias masyrakat untuk menyaksikan pementasan Ketoprak Garapan seperti yang dimainkan oleh Komunitas Tjontong merupakan bukti bahwa minat masyarakat terhadap kesenian ini cukup tinggi. Sayangnya, peluang dan sponsor untuk pementasan ini masih sangat kurang.
Sumber :
http://dercindyreichmann.blogspot.com/2009/06/nasib-kesenian-ketoprak.html
http://2vx.net/sejarah-pertunjukan-seni-ketoprak/
http://www.imfaceplate.com/saptorevilla/kethoprak
http://www.detik.com
http://ksupointer.com/kesenian-tradisional-ketoprak
Beberapa lakon ketoprak yang terkenal misalnya: Darma-Darmi, Kendana-Gendini, Aryo Penangsang Mati Ngadeg, Warok Suramenggala, Abdul Semararupi, Panji Asmarabangun, Klana Sewandana, Ande-ande lumut, Anglingdarma, Rara Mendut-Pranacitra, Damar Wulan, dan sebagainya.
Dulu ketoprak sering dipentaskan di kraton saja. Ketoprak ini timbulnya pada tahun kurang lebih 1922 pada masa Mangkunegaran. Sebagai ilustrasi diiringi gamelan yang berupa lesung, alu, kendang dan seruling, karena cerita atau pantun-pantunnya merupakan sindiran kepada pemerintah atau kerajaan maka kesenian ketoprak ini lalu dilarang. Pada tahun 1942 tidak boleh dipentaskan karena waktu itu di zaman Jepang menjajah. Setelah Jepang pergi barulah ketoprak dipentaskan lagi atas jasa KRT Wongsonegoro yang pernah menjadi gubernur Jateng.
Pada awalnya, ketoprak menggunakan iringan suara lesung dan alu yang biasa digunakan sebagai alat penumbuk padi. Alat-alat ini menimbulkan suara: prak, prak, prak, yang merupakan asal dari kata ketoprak. Namun saat ini jalan cerita ketoprak diiringi oleh irama gamelan dan keprak yang tak henti. Dan ini sangat menarik dinikmati, terutama apabila memang pertunjukan ketoprak yang disuguhkan mengangkat cerita humor yang dapat mengundang tawa.
Ciri khas dari ketoprak :
• Dialog berbahasa jawa
• Bercerita tentang Raja-raja pada abad 4 s/d abad 18. Dongeng rakyat. egenda. Mitos.. juga kadang-kadang menampilkan LAKON CARANGAN “cerita made in sutradara ketoprak”.
• Walau iringan musik ketoprak selalu berubah menyesuaikan perkembangan jaman, namun suara KEPRAK/KENTHONGAN pasti selalu terdengar.
Di dalam sejarah, perubahan bentuk kesenian ketoprak itu sendiri terbagi menjadi beberapa istilah seperti berikut :
1. Ketoprak gejog/lesung (1887 - 1908)
Asal mula ketoprak ini terwujud dari permainan para pemuda di dusun yang sedang bermain sambil diiringi irama lesung pada saat bulanpurnama. Namun kebiasaan tersebut kini menjadi salah satu budaya dan salah satu seni drama tradisional kuno. Alat musik yang digunakan pada awalnya hanya sebuah gejog (lesung) dengan di iringi beberapa lelagon dolanan (nyanyian pedesaan) di antaranya lagu ILIR-ILIR, JAMURAN, IJO-IJO dll. Ketoprak yang masih menggunakan iringan lesung tergelar sekitar tahun 1887 dan lakon yang di tampilan hanya bercerita tentang seputar kehidupan di pedesaan
2. Ketoprak Wreksadiningrat (1908 - 1925)
K.R.M.T.H Wreksadiningrat seorang abdi dalem Bupati Nayaka di Surakarta Hadiningrat melihat ada kandungan seni yang sangat bagus di dalam ketoprak tersebut, hal itu menggugah hatinya untuk mengangkat tontonan ketoprak menjadi salah satu bagian dari kesenian keraton. Dari situlah ketoprak mengalami pertama kali perubahan, semula hanya di iringi musik lesung kemudian iringanpun di tambah dengan kendang seruling dan terbang, nyanyian yang semula hanya lelagon dolanan akhirnya di tambah dengan sekar alit (macapat) dan sekar tengahan di antaranya MIJIL PAMULAR. PUCUNG BUPLAK. GAMBUH dll. Lakon yang di tampilkan mulai mengambil cerita-cerita berbau dongeng seperti JAKA BODO, WARSA WRASI, JAKA KUSNUN dll. Perkembangan ketoprak mampu menarik perhatian kalangan keraton. Hal itu terbukti dengan banyaknya kerandah dalem (orang dalam keraton) yang berminat mementaskan untuk beraneka macam acara yang di adakan oleh kerandah dalem, bahkan Susuhunan Mangku Negara sendiri tidak jarang menampilkan ketoprak Wreksadiningrat. Tidak di ketahui dengan jelas apa penyebab bubarnya ketoprak Wreksadiningrat, ada kemungkinan usia tua K.R.M.T.H Wreksadiningrat yang menyebabkan ketoprak tersebut sejak tahun 1925 sudah tidak pernah menggelar pementasan lagi.
3. Ketoprak Wreksatama (1925 – 1927)
Kemudian pada tahun 1925 di kampung Madyataman Surakarta berdiri grup ketoprak baru dengan nama ketoprak Wreksatama yang di dirikan oleh Ki Wisangkara bekas anggota ketoprak Wreksadiningrat. Di bawah kepemimpinan Ki Wisangkara ketoprak juga mengalami perubahan, musik iringan model Wreksadiningrat oleh ketoprak Wreksatama di perlengkap lagi dengan saron, biola, gitar, mandolin, kenong, kempul, gong. Nyanyian tetap seperti ketoprak Wreksadiningrat, tetapi lakon yang di tampilkan berubah, Ki Wisangkara sudah berani menampilkan lakon-lakon babad di antaranya cerita panji, ajisaka dan beberapa cerita-cerita berlatar belakang jaman kerajaan. Mungkin karena Ki Wisangkara terlalu berani menampilkan cerita dan pantun-pantun yang berisi sindirian kepada pemerintah atau keraton yang di kawatirkan bisa mengurangi kewibawaan kalangan keraton maka kesenian ketoprak ini akhirnya dilarang.
4. Ketoprak Krida Madya Utama (1927 – 1930)
Karena kesenian tersebut asalnya merupakan kesenian rakyat maka walaupun di larang akhirnya ketoprak tetap berkembang di daerah pedesaan atau pesisiran di Jawa Tengah sampai munculah ketoprak professional dengan nama Krida Madya Utama. Sebagai pendiri ketoprak tersebut adalah Ki Jagatrunarsa dan Ki Citra Yahman. Di karenakan Krida Madya Utama adalah ketoprak professional yang keberlangsungan hidupnya tergantung kepada penonton maka ketoprak Krida Madya Utama akhirnya njajah desa milang kori (berpindah pindah tempat) sampi ke daerah Yogyakarta . Mulai saat itu ketoprak menjadi terkenal dan bisa mengungguli kesenian lainnya, seperti Srandul, EMprak dll.
5. Ketoprak Gardanela (1930 – 1955)
Setelah sampai di Yogyakarta ketoprak lebih di sempurnakan lagi dengan iringan gamelan jawa lengkap laras pelog, tema ceritanya mengambil babad dan sejarah dengan catatan kostum yang di pakai untuk pementasan tidak di perbolehkan menyamai aslinya “pakaian kebesaran keraton”. Menurut tulisan karya mendiang W.S Rendra masa-masa itu di sebut Jaman ketoprak GARDANELA karena ketoprak pada waktu itu sudah mulai berkreasi menggarap cerita-cerita luar negeri seperti Sampek Engtay, Johar Manik, Jenderal Sie Jien Kwie.
6. Ketoprak moderen (1955 – 1958)
Pada tahun 1955 ketoprak professional/tobongan benar-benar menjamur, banyak grup ketoprak bersaing dalam berbagai hal terutama tentang kreasi cerita dan pementasan, sehingga pada masa itu banyak grup ketoprak yangmenambahkan sebuah kalimat di depan nama grupnya dengan kata moderen, misalnya KETOPRAK MODEREN KRIDO MARDI. KETOPRAK MODEREN S 3 MAREM dll.
7. Ketoprak Gaya Baru (1958 – 1987)
Bagaikan sebuah perlombaan yang akhirnya di menangkan oleh Ki Siswondo Harjo Suwito pada tahun 1958 ketoprak Siswo Budoyo dengan terobosan yang spektakuler berhasil menggulingkan ketoprak Moderen dan menggantikannya menjadi ketoprak Gaya B aru Siswo Budoyo Tulungagung.
Beberapa jenis ketoprak antara lain :
1. Ketoprak Lesung, ciri-cirinya antara lain :
• Alat musik yang dipergunakan dalam Ketoprak ini terdiri dari lesung, kendang, terbang dan seruling
• Ceritera yang dibawakan adalah kisah-kisah rakyat yang berkisar pada kehidupan sehari-hari
• Kostum yang dipakaipun seperti keadaan mereka sehari hari sebagai penduduk pedesaan, ditambah dengan sedikit make up yang bersifat realis.
• Untuk mementaskan Ketoprak Lesung dibutuhkan pendukung sebanyak ± 22 orang, yaitu 15 orang untuk pemain (pria dan wanita) dan 7 orang sebagai pemusik. Dalam pertunjukan ini tidak dikenal adanya vokalis khusus atau waranggana.
• Menggunakan pentas berupa arena dengan desain lantai yang berbentuk lingkaran.
• Sampai sekarang Ketoprak Lesung yang ada masih mempertahankan alat penerangan berupa obor, tetapi ada juga pertunjukan Ketoprak Lesung yang menggunakan lampu.
• Pada waktu masuk atau keluar panggung atau kegiatan lain pemain Ketoprak Lesung melakukannya dengan tarian yang bersifat improvisasi.
2. Ketoprak Gamelan
• Merupakan perkembangan lebih lanjut Ketoprak Lesung akan tetapi fungsi pertunjukan Ketoprak Gamelan ini tidak berubah, yaitu sebagai hiburan bagi masyarakat, yang kadang-kadang menyelipkan penerangan penerangan dari pemerintah kepada mereka.
• Cerita yang dimainkan dalam Ketoprak Gamelan ini lebih banyak diambil dari cerita babad tentang kerajaan-kerajaan yang pernah ada, terutama di Jawa.
• Untuk mementaskan Ketoprak diperlukan pendukung sebanyak kurang lebih 34 orang pemain, penabuh gamelan, waranggana, dan dalang.
• Lama pertunjukan untuk setiap pementasan mencapai 7 sampai 8 jam
• Para aktor biasanya berpedoman pada naskah singkat yang dibuat oleh dalang. Naskah ini hanya memuat pedoman tentang adegan apa saja yang harus ditampilkan dari inti dan ceritera yang dipentaskan. Dialog, blocking dan lain-lain permainan di panggung sepenuhnya dilakukan oleh pemain secara improvisasi.
• Ketoprak ini menggunakan alat musik yang berupa gamelan Jawa lengkap pelog dan slendro, atau slendro saja.
• Tempat pertunjukan berupa pentas berbentuk panggung dengan dekorasi (latar belakang) yang bersifat realis (sesuai dengan lokasi kejadian, misalnya di hutan, di kraton dan lain-lain).
• Sebelum permainan utama ketoprak di mulai, biasanya disuguhkan terlebih dahulu pertunjukan extra berupa tari-tarian yang tidak ada hubungannya dengan ceritera yang akan dimainkan
Kesenian ketoprak yang dahulu menjadi primadona kini, dari hari ke hari, semakin memudar. Masuknya kebudayaan baru dan teknologi yang modern, serta peran orang tua sekarang yang jarang sekali memberikan pendidikan kebudayaan terhadap anak didiknya mempengaruhi proses pelestarian kebudayaan. Terjadi perubahan pandangan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap kesenian ketoprak yang dahulu sangat popular. Saat ini, kesenian ketoprak dianggap sebagai sesuatu yang ketinggalan jaman, kuno, tontonan orang tua, dsb. sehingga membuat generasi muda merasa enggan serta gengsi untuk menyaksikannya. Banyaknya variasi hiburan yang lebih “modern” mengalihkan perhatian generasi muda dari warisan kebudayaannya.
Globalisasi menjadi faktor pendorong yang memudahkan kita untuk mengetahui segala informasi “modern” yang terjadi di dunia. Gejala yang juga menonjol sebagai dampak dari globalisasi informasi adalah terjadinya perubahan budaya dalam masyarakat tradisional, yakni perubahan dari masyarakat tertutup menjadi masyarakat yang lebih terbuka, dari nilai-nilai yang bersifat homogen menuju pluralisme nilai dan norma sosial. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia secara mendasar. Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh.
Pementasan kesenian ketoprak yang lebih modern pun pernah dilakukan. Hal ini terbukti dengan adanya program televisi “Ketoprak Humor” di televisi. Ketoprak Humor merupakan suatu program kesenian televisi yang hadir pertama kali di stasiun televisi TVRI pada akhir 90an atas bentukan mantan Menteri Tenega Kerja dan Transmigrasi Indonesia, Erman Suparno. Setelah itu, nama Ketoprak Humor semakin berkibar sejak tayang di stasiun telvisi RCTI mulai 1998.
Antusiasme masyarakat terhadap program kesenian inipun dapat dibilang tinggi. Hal ini terbukti dengan dinobatkannya program kesenian Ketoprak Humor sebagai Program Kesenian Tradisional Paling populer di ajang Panasonic Awards, tiga kali berturut-turut yaitu tahun 200, 2001, dan 2002. Program kesenian ini sangat memegang teguh nilai kebudayaan yang terkandung dalam setiap cerita yang dilakoni. Pada saat permintaan pasar yang menginginkan program ini menjadi program yang hanya mengedepankan sisi humor saja, sang sutradara Aries Mukadi memilih untuk menolaknya.
Menurut Aries, meskipun Ketoprak Humor dikemas jenaka, tetap ada pakem-pakem yang harus dipertahankan. Misalnya saja dari unsur cerita harus dibuat serius, ada alur, disesuaikan dengan fakta sejarah, dan tidak boleh menyimpang. “Konsep ketoprak itu kan kesenian tradisi, ada cerita, tokoh, pakaiannya, yah itulah. Kayak sopan santunnya masih dipertahankan, kalau guyon-guyon begitu saja kan nggak boleh. Nggak boleh ada tempelengan, tapi sopan santun,” ujarnya.
Dalam upaya menjaga eksistensi kesenian ketoprak, beberapa seniman ketoprak membentuk komunitas Ketoprak Garapan, dengan kemasan yang berbeda dengan ketoprak yang sudah ada. Salah satunya adalah pementasan Ketoprak Ringkes yang sekarang ini sangat populer dan digemari masyarakat Yogyakarta. Ketoprak Ringkes merupakan upaya memberi warna dalam kesenian ketoprak yang sudah ada. Lakon cerita diambil dengan mengadaptasi situasi politk sosial yang sedang menjadi perbincangan masyarakat sementara gaya pementasan dibawakan secara santai, penuh dengan improvisasi. Kemasan pementasan ini membuat kesenian ini menjadi sangat segar, lucu dan menarik.
Hal ini seperti yang terlihat dalam pementasan “Cecak Nguntal Cagak (Cicak Makan Tiang)“ yang dimainkan oleh Komunitas Ketoprak Ringkes Tjap Tjontong di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu (30/1), siapapun akan sepakat menyatakan bahwa pementasan tersebut berlangsung sangat sukses. Gedung konser yang berkapasitas sekitar 1000 kursi terisi penuh tanpa sisa, sementara puluhan penonton yang tidak kebagian tempat duduk rela duduk lesehan beralas tikar dan koran didepan panggung. Pementasan yang berdurasi sekitar 2,5 jam juga berlangsung sangat interaktif. Celotehan penonton terhadap adegan-adegan yang dianggap menjenuhkan ditanggapi para pemain dengan dialog-dialog yang mampu memancing tawa.
Cicak Nguntal Cagak berkisah tentang karut marut hukum yang berlaku di kerajaan “Regul Bawana” yang dipimpin oleh Raja Kasmala Nagara. Raja yang setiap hari pekerjaannya hanya menjaga citra dan terlalu yakin dengan kekuasaannya karena merasa segala kebijakannya didukung rakyat ini justru didemo oleh rakyatnya akibat banyaknya kasus yang tak terselesaikan. Uang negara sebesar Rp. 6,7 trilyun yang menguap entah kemana belakangan diketahui bahwa uang tersebut ternyata dibagi-bagi oleh konglomerat ‘Digdoyo’ untuk para penguasa yang sangat korup, sementara pada sisi yang lain seorang rakyat kecil harus rela dipenjarakan hanya karena ‘mengambil sebutir buah semangka’ milik tetangga.
Untuk menghindari tuduhan bahwa dirinya terlibat, Raja Kasmala Negara kemudian membentuk Tim Pencari Fakta. Namun, pembentukan tim ini ternyata justru membuat kondisi semakin runyam dan tak menentu. Bahkan beberapa tokoh baik justru harus rela masuk penjara karena menentang raja dan kisah ini diakhiri dengan pengunduran diri sang raja karena rakyat tak lagi percaya dengan Raja Kasmala Negara.
Meski pementasan ketoprak malam itu berlangsung sukses, namun di balik kesuksesan itu, ada sebuah keprihatinan dan kekhawatiran terhadap eksistensi kesenian ketoprak semacam ini. Sebab, sampai saat ini ketoprak masih dimainkan oleh para seniman tua yang masa edarnya tentu sudah tak lama lagi. Jumlah generasi muda yang peduli serta berupaya mempertahankan kesenian ini dengan terjun langsung sebagai pemain ketoprak sangatlah sedikit. Jangankan memainkan sebuah peran dalam pertunjukkan kesenian ketoprak, menonton pun enggan rasanya. Tidak heran jika kesenian ini sekarang hanya terkenal dikalangan generasi tua saja.
Selain karena globalisasi dan ketidaktertarikkan generasi muda terhadap kesenian ketoprak, terdapat faktor lain yang menjadi batu sandungan pengembangan kesenian ini, yaitu peluang dan sponsor untuk penyelenggaraan. Aktor Teater yang juga seniman Ketoprak Drs.Susilo “Ngarso“ Nugroho mengemukakan bahwa melubernya antusias masyrakat untuk menyaksikan pementasan Ketoprak Garapan seperti yang dimainkan oleh Komunitas Tjontong merupakan bukti bahwa minat masyarakat terhadap kesenian ini cukup tinggi. Sayangnya, peluang dan sponsor untuk pementasan ini masih sangat kurang.
Sumber :
http://dercindyreichmann.blogspot.com/2009/06/nasib-kesenian-ketoprak.html
http://2vx.net/sejarah-pertunjukan-seni-ketoprak/
http://www.imfaceplate.com/saptorevilla/kethoprak
http://www.detik.com
http://ksupointer.com/kesenian-tradisional-ketoprak
Selasa, 04 Januari 2011
Usaha Pengembangan Wisata Bahari di Bidadari Island Kepulauan Seribu
Usaha Pengembangan Wisata Bahari di Bidadari Island Kepulauan Seribu
Disusun Oleh
Widya Yunita
3SA02
10608126
Universitas Gunadarma
2010
DAFTAR ISI
Daftar Isi ........................................................... ........ i
Pendahuluan ................................................................... 1
Kajian Teori .................................................................. 3
1. Pengertian Pariwisata....................................................... 3
2. Pengertian Objek Wisata..................................................... 3
3. Pengembangan Objek Wisata................................................... 5
4. Sekilas tentang Pulau Bidadari............................................. 6
Metodologi Penelitian........................................................ 8
1. Rumusan Masalah........................................................... 8
2. Tujuan Penelitian......................................................... 8
3. Metodologi Penelitian..................................................... 8
Pembahasan ................................................................... 9
Daftar Pustaka................................................................ 15
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Indonesia merupakan suatu negara yang terdiri dari banyak pulau yang kaya akan hasil alamnya. Sumber daya hayati pesisir dan lautan Indonesia seperti populasi ikan hias yang diperkirakan sekitar 263 jenis, terumbu karang, padang lamun, hutan mangrove dan berbagai bentang alam pesisir atau coastal landscape yang unik lainnya membentuk suatu pemandangan alamiah yang begitu menakjubkan. Kondisi tersebut menjadi daya tarik sangat besar bagi wisatawan sehingga pantas bila dijadikan sebagai objek wisata bahari.
Dalam rangka pemanfaatan kekayaan alam yang ada, saat ini, wisata bahari menjadi pilihan baru dalam dunia pariwisata. Pariwisata ini menawarkan kegiatan wisata seperti wisata alam, pemancingan, berenang, selancar, berlayar, rekreasi pantai dan wisata pesiar. Lokasi wisata bahari itu sendiri, khususnya di Jakarta, terdapat di Jakarta Utara yang berbatasan langsung dengan laut lepas. Kini wilayah tersebut memiliki berbagai objek wisata bahari yang memberikan hiburan tersendiri, misalnya Pelabuhan Sunda Kelapa, Sentra Perikanan Muara Angke, dll.
Tempat pariwisata yang terkenal dengan wisata baharinya terletak di utara Jakarta, khususnya wilayah Ancol. Wisata bahari kini tidak lagi hanya berupa kegiatan yang dilakukan di pantai tetapi berkembang dengan adanya resort yang terdapat di pulau-pulau kecil di tengah laut. Salah satu pulau yang terdapat di Kepulauan Seribu yaitu Pulau Bidadari. Pulau Bidadari tidak hanya sebuah pulau dengan berbagai pilihan resort tetapi sebuah pulau yang memiliki peninggalan sejarah yang masih terawat dengan baik. Pulau ini terletak ditengah laut yang ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit dari dermaga di Ancol. Karena letaknya yang ditengah laut, tidak mudah bagi penyedia wisata menarik minat pengunjung untuk menikmati rekreasi di pulau tersebut. Ketidakmungkinan bagi pengunjung melihat langsung tempat tersebut sebelum mengunjunginya serta perjalanan yang menggunakan perahu boat menjadi salah satu kendala yang dihadapi pihak penyedia wisata. Oleh karena itu, pihak penyedia wisata selalu berusaha melakukan pengembangan di segala aspek wisata bahari yang bertujuan menarik minat wisatawan terhadap wisata bahari di Pulau Bidadari sehingga Pulau Bidadari dapat terus menjadi salah satu contoh inovasi wisata bahari sampai sekarang.
KAJIAN TEORI
1. Pengertian Pariwisata
Secara etimologis kata pariwisata yang berasal dari bahasa sansekerta, yang terdiri dari dua suku kata yaitu masing-masing kata pari dan wisata. Pari yang berarti banyak, berkali-kali, berputar-putar, lengkap. Wisata, berarti perjalanan, berpergian yang dalam hal ini sinonim dengan kata travel dalam bahasa inggris. Atas dasar itu, maka kata pariwisata diartikan sebagai perjalanan yang dilakukan berkali-kali atau berputar-putar, dari suatu tempat ke tempat lain.
Menurut Kuncoro (2004:295) kata pariwisata dapat diartikan perjalanan penuh, mulai dari berangkat dari suatu tempat, ke satu atau beberapa tempat lain dan singgah, kemudian kembali ke tempat semula.
Murphy dalam Pitana dan Gayatri (2005), pariwisata adalah keseluruhan dari elemen-elemen terkait (wisatawan, daerah tujuan wisata, perjalanan, industri, dan lain-lain) yang merupakan akibat dari perjalan wisata ke daerah tujuan wisata, sepanjang perjalanan tersebut dilakukan secara tidak permanen.
Menurut Damanik (2006:1), pariwisata dalam arti luas adalah kegiatan rekreasi di luar domisili untuk melepaskan diri dari pekerjaan rutin atau mencari suasana lain. Sebagai suatu aktivitas manusia, pariwisata adalah fenomena pergerakan manusia, barang, dan jasa yang sangat kompleks. Ia terkait erat dengan organisasi, hubungan-hubungan kelembagaan dan individu, kebutuhan layanan, penyediaan kebutuhan layanan, dan sebagainya.
2. Pengertian Objek Wisata
Pengertian objek wisata atau “tourist attraction”, istilah yang lebih sering digunakan, yaitu segala sesuatu yang menjadi daya tarik bagi orang untuk mengunjungi suatu daerah tertentu (Pengantar Ilmu Pariwisata, Drs. Oka A. Yoeti, 1985).
Dalam dunia kepariwisataan, segala sesuatu yang menarik dan bernilai untuk dikunjungi dan dilihat, disebut atraksi atau lazim pula dinamakan objek wisata (Ilmu Pariwisata, Nyoman S. Pendit, 1994).
Darmadjati dalam Ediwarsyah (1987) memberi batasan tentang pengertian obyek pariwisata adalah : “Pada garis besarnya berwujud obyek, barang-barang mati atas statis, baik yang diciptakan oleh manusia sebagai hasil seni budaya, atau yang berupa gejala-gejala alam yang memiliki daya tarik kepada para wisatawan untuk mengunjunginya agar dapat menyaksikan, mengagumi, menikmati sehingga terpenuhi rasa kepuasan wisatawan-wisatawan itu, sesuai dengan motif kunjungannya”.
Dari beberapa pengertian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa objek wisata atau atraksi wisata adalah segala sesuatu yang mempunyai daya tarik, keunikan dan nilai yang tinggi, yang menjadi tujuan wisatawan datang ke suatu daerah tertentu untuk menikmatinya serta mendapatkan rasa kepuasan sesuai dengan keinginan wisatawan.
Seiring dengan perkembangan industri pariwisata, muncullah bermacam-macam jenis objek wisata yang lama-kelamaan mempunyai cirinya tersendiri. Perkembangan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang saat ini melakukan perjalanan wisata berdasarkan alasan dan tujuan yang berbeda-beda. Di bawah ini, diuraikan mengenai beberapa jenis objek wisata yang dikelompokkan berdasarkan alasan atau motivasi serta tujuan wisatawan dalam melakukan suatu perjalanan wisata, antara lain:
• Objek Wisata Budaya
Perjalanan ke objek wisata ini dilakukan atas dasar keinginan untuk memperluas pandangan hidup seseorang, dengan jalan mengadakan kunjungan atau peninjauan ke tempat lain, untuk mempelajari keadaan rakyat, kebiasaan dan adat-istiadat, cara hidup, budaya dan seni mereka.
• Objek Wisata Kesehatan
Perjalanan seorang wisatawan ke objek wisata ini dilakukan dengan tujuan untuk menukar keadaan dan lingkungan tempat sehari-hari dimana ia tinggal demi kepentingan kesehatannya dan untuk beristirahat.
• Objek Wisata Olah Raga
Wisatawan yang melakukan perjalanan ke objek wisata ini mempunyai tujuan untuk berolah raga atau memang sengaja bermaksud mengambil bagian aktif dalam pesta olah raga di suatu tempat atau negara tertentu.
• Objek Wisata Komersial
Perjalanan yang dilakukan ke objek wisata ini dengan tujuan untuk mengunjungi pameran-pameran dan pekan raya yang bersifat komersial.
• Objek Wisata Politik
Perjalanan ke objek wisata ini dilakukan dengan tujuan untuk mengunjungi atau mengambil bagian aktif dalam peristiwa kegiatan politik.
• Objek Wisata Pilgrim
Perjalanan wisata ke tempat ini sering dihubungkan dengan agama, sejarah, adat istiadat, dan kepercayaan wisatawan, dan biasanya mempunyai tujuan yang dihubungkan dengan niat atau hasrat sang wisatawan untuk memperoleh restu, kekuatan batin, keteguhan iman, dan tidak jarang pula untuk tujuan memperoleh berkah dan kekayaan melimpah.
• Objek Wisata Bahari
Perjalanan ke objek wisata ini banyak dikaitkan dengan kegiatan olahraga di air. Seperti memancing, berlayar, menyelam, berselancar, atau berkeliling melihat taman laut dengan pemandangan indah di bawah permukaan air (Ilmu Pariwisata, Nyoman S. Pendit, 1994).
3. Pengembangan Objek Wisata
Pengembangan adalah proses, cara, perbuatan menjadikan maju atau pembangunan secara bertahap, teratur dan berkelanjutan, yang menjurus ke sasaran yang dikehendaki. Pengembangan juga dapat dinilai sebagai respon terhadap perubahan yang selalu terjadi dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, di dalam mengupayakan pengembangan, perencanaan yang baik menjadi tindakan yang mutlak dilakukan. Perencanaan yang baik akan menghasilkan suatu strategi pengembangan yang terintegrasi, sehingga sasaran yang akan dituju tercapai dan sesuai dengan yang diharapkan.
Menurut Marpaung (2002:9), Pengembangan kepariwisataan dilandaskan atas usaha-usaha sebagai berikut:
• Memelihara dan membina keindahan alam dan kekayaan serta kebudayaan masyarakat Indonesia sebagai daya tarik kepariwisataan
• Menyediakan dan membina fasilitas-fasilitas transportasi, akomodasi, entertainment, dan pelayanan pariwisata lainnya yang diperlukan termasuk pendidikan pegawai
• Menyelenggarakan promosi kepariwisataan secara aktif dan efektif di dalam dan di luar negeri
• Mengusahakan kelancaran formalitas perjalanan dan lalu lintas para wisatawan dan dengan demikian menghilangkan unsur-unsur yang menghambatnya
• Mengerahkan kebijaksanaan dan kegiatan perhubungan sebagai sarana utama guna memperbesar jumlah dan kelancaran arus wisatawan.
Proses pengembangan pariwisata memerlukan waktu yang cukup panjang dan langkah-langkah yang berkesinambungan. Untuk mewujudkannya diperlukan kerjasama yang baik oleh semua pihak. Dalam hal ini, Hadinoto (1996:26) menguraikan bahwa secara umum ada tiga (3) pihak yang saling berkaitan erat, yaitu:
• Pihak Penyedia Jasa Wisata Langsung, meliputi usaha yang menyangkut perjalanan seperti penerbangan, hotel, transportasi darat lokal, bus perjalanan, restoran dan toko eceran. Usaha-usaha ini memberikan layanan, aktivitas, dan produk yang dibeli atau dikonsumsi langsung oleh orang-orang yang melakukan perjalanan.
• Pihak Usaha Pendukung Wisata, meliputi tour organizer, travel and trade publication, hotel management firm dan travel research firm.
• Organisasi Pengembangan Wisata, meliputi konsultan perencanaan, badan pemerintah, lembaga finansial, developer properti, lembaga latihan dan pendidikan.
4. Sekilas tentang Pulau Bidadari
Pulau Bidadari, sebuah pulau kecil, yang merupakan bagian dari kepulauan seribu yang terletak sejauh 15 km dari Dermaga 17 Marina Ancol. Dalam waktu 20 menit kita dapat tiba di Pulau Bidadari dengan menggunakan speed boat . Pulau Bidadari dikelilingi oleh 3 pulau kecil lainnya, yaitu Pulau Kelor, Pulau Onrust dan Pulau Cipir (Khayangan). Pada awalnya Pulau ini merupakan sebuah pulau kecil tak berpenghuni tempat pembuangan orang-orang berpenyakit kusta pada jaman Belanda yang bernama Pulau Sakit. Nama Pulau Sakit dirasakan kurang cocok untuk dipertahankan sebagai nama objek wisata. Hal itu dikarenakan nama tersebut akan menimbulkan pemikiran negatif pada wisatawan. Wisatawan akan khawatir kalau pulau tersebut benar-benar membawa suatu hal negatif bagi mereka.
Pemberian nama Pulau Bidadari sendiri dirasakan akan memicu keingintahuan wisatawan akan pulau ini. Wisatawan mungkin akan berfikir “apakah disana ada bidadari?” atau “apa pulau tersebut mempunyai kisah tentang Bidadari?”, dsb. Kata “Bidadari” merupakan suatu simbol keindahan, kebaikan serta ketentraman. Disinilah penyedia wisata secara implisit menyampaikan tentang objek wisata yang mereka sediakan.
Semenjak tahun 1974 Pulau Bidadari resmi dikelola oleh PT. Seabreez Indonesia, berdiri tahun 1972, yang merupakan salah satu anak usaha PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Pada tahun 1974, pulau ini disahkan oleh Gubernur DKI saat itu, Ali Sadikin. Kantor pemasaran Pulau Bidadari terletak di Marina Ancol, tidak jauh dari dermaga keberangkatan.
Sebagai objek wisata bahari Pulau Bidadari menyediakan berbagai fasilitas yang berkaitan dengan alam, khususnya laut. Selain itu, terdapat pula beberapa peninggalan sejarah jaman Belanda yang bermanfaat bagi pengetahuan pengunjung. Wisatawan yang ingin menghabiskan waktu lebih lama di Pulau Bidadari pun tak perlu khawatir karena terdapat banyak pilihan resort di pulau ini. Mulai dari resort di darat yang terdiri dari beberapa tipe sampai floating cottages. Pulau Bidadari sendiri sudah dikenal di luar Jakarta. Hal ini terbukti dengan adanya beberapa wisatawan yang berasal dari luar kota seperti Bandung dan Surabaya.
Visi & Misi
Visi : Memperkenalkan pulau seribu sebagai tempat wisata bahari.
Misi : Meningkatkan pendapatan devisa nasional dan internasional.
Metodologi Penelitian
2. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang yang dikemukakan di atas, peneliti secara khusus ingin menjawab permasalahan yaitu “Bagaimana usaha pengembangan objek wisata bahari di Pulau Bidadari dalam rangka menarik minat pengunjung?”
3. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari observasi ini antara lain :
1. Mengetahui usaha-usaha pengembangan wisata bahari berupa resort di tengah laut
2. Memenuhi tugas softskill kepariwisataan
4. Metodelogi Penelitian
Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan metode observasi langsung berupa pengamatan langsung pada objek wisata serta mengajukan beberapa pertanyaan berkaitan dengan permasalahan yang ada pada pihak yang berwenang.
PEMBAHASAN
Pulau Bidadari merupakan salah satu pulau kecil di Kepulauan Seribu yang pada awalnya hanyalah pulau kecil, yang tak berpenghuni, dimana pada jaman VOC tempat ini dijadikan tempat pembuangan orang-orang sakit kusta. Pulau ini kemudian dikembangkan sebagai salah satu objek wisata bahari berupa resort di tengah laut. Pengembangan wisata bahari seperti ini memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan, seperti pengalaman yang didapat saat harus menggunakan speed boat untuk sampai ke resort, fasilitas serta suasana yang berbeda, tidak melelahkan, serta sarana edukasi dari segi sejarah yang berbeda dari biasanya.
Sebagai tempat peninggalan Belanda, Pulau Bidadari menyimpan beberapa benda-benda peninggalan Belanda yang menjadi daya tarik alami pertama kali. Benda-benda tersebut antara lain Benteng Mortello, prasasti sejarah, hutan konservasi serta meriam beserta bebeapa pelurunya. Sebenarnya tidak hanya Benteng Mortello saja, disebelah barat Pulau Bidadari terdapat pulau yang menyimpan benda bersejarah berupa benteng peninggalan Belanda juga, yaitu Pulau Onrust, Kelor dan Khayangan. Peninggalan sejarah tersebut merupakan daya tarik tersendiri bagi tempat tersebut serta memberikan nilai edukasi. Beberapa orang awam mungkin saja tidak mengetahui bahwa terdapat benteng peninggalan Belanda di pulau ini karena letaknya yang sulit dijangkau. Untuk itu, pihak pengelola menyedia jasa guide untuk memandu wisatawan yang ingin mengetahui lebih banyak tentang peninggalan bersejarah tersebut. Sekalipun wisatawan tidak menggunakan jasa guide, wisatawan tetap dapat mendapatkan pengetahuan berupa pengetahuan singkat yang tedapat disetiap benda besejarah.
Benda peninggalan tersebut masih terawat baik hingga sekarang. Namun, dalam perawatannya terdapat perbedaan antara perawatan benda bersejarah di Pulau Bidadari dan di pulau lainnya. Perawatan benda bersejarah di luar Pulau Bidadari, seperti Pulau Onrust, Kelor dan Khayangan, berada di bawah pengawasan langsung Dinas Museum Bahari tanpa perantara manapun. Sementara di Pulau Bidadari menjadi tanggung jawab pengelola pulau tetapi tetap dibawah pengawasan Dinas Museum Bahari. Dalam hal ini, Dinas Museum Bahari bertugas memastikan bahwa benda-benda bersejarah tersebut tidak diubah bentuknya atau terjaga kealamiannya. Pihak pengelola biasanya hanya melakukan pembersihan dan perawatan standar, seperti membersihkan sampah, memberikan himbauan pada para wisatawan untuk menjaga kebersihan serta tidak merusak benda-benda tersebut.
Selain benda bersejarah, sebuah hutan konservasi juga merupakan wisata alam alami yang terdapat di pulau ini. Hutan konservasi ini berisi pohon-pohon, seperti pohon besi, sukun dan buah-buahan lainnya. Hasil panen buah-buahan tersebut dapat dinikmati para wisatawan langsung. Selain itu terdapat beberapa biawak yang memang sejak awal berhabitat di hutan tersebut. Sifat biawak yang takut keramaian membuat wisatawan sedikit kesulitan untuk melihat binatang tersebut. Terdapat sebuah tempat pemberian makan yang digunakan untuk memancing biawak keluar dari hutan dengan menggunakan ayam atau sesuatu yang berbau amis. Sampai saat ini binatang tersebut masih dilestarikan dan terawat dengan baik.
Di bagian belakang Pulau Bidadari terdapat sebuah pantai dengan pasirnya yang putih. Disekitar pantai itu pula kita dapat melihat beberapa ekosistem laut seperti terumbu karang dan rumput laut dari daratan serta segerombolan ikan. Walaupun air lautnya tidak terlalu bening tetapi wisatawan masih bisa melihat kehidupan laut. Letak pantai dan hutan konservasi yang berhadap-hadapan memberikan warna lain bagi wisatawan. Para wisatawan dapat menikmati dua suasana yang berbeda yang bertolak belakang sekaligus dalam satu tempat.
Perkembangan pertama kali dimulai dengan pembangunan cottage atau rumah-rumah kecil dengan berbagai tipe. Secara garis besar tipe cottage di Pulau Bidadari dibedakan menjadi 2 yaitu cottage darat dan floating cottage. Total cottage yang dimiliki Pulau Bidadari saat ini yaitu 49 cottage. Cottage-cottage tersebut terdiri dari 3 tipe yaitu 23 deluxe cottage, 20 family cottage dan 6 suit cottage. Masing-masing cottage memiliki spesifikasi tersendiri. Deluxe cottage merupakan cottage yang bebentuk rumah khas Menado yang bertingkat. Bahan baku pembuatan cottage ini beasal langsung dari Menado, seta ditangani oleh ahlinya. Family cottage memiliki luas yang lebih lebar dari cottage biasanya sehingga keluarga dapat berkumpul di satu ruangan. Sementara suit cottage merupakan cottage kecil yang memuat beberapa orang saja. Cottage tersebut dikonsep sedemikian rupa agar menyatu dengan alam. Untuk itu, kayu menjadi bahan dasar pembuatan cottage. Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa resort ini pun memiliki floating cottage. Floating cottage adalah sebuah cottage yang mengapung diatas laut.
Pada awal tahun 2007, beberapa floating cottage hancur disapu ombak laut yang besar karena tsunami kecil dan perubahan cuaca yang ekstrem. Pihak pengelola mengalami kerugian sebesa hampir 2 milyar tetapi mereka tahu betul bahwa hal tersebut merupakan suatu resiko yang harus mereka tanggung berkaitan dengan letak resort ditengah laut. Sampai saat ini, cottage tersebut masih dalam tahap perbaikan karena keterbatasan dana.
Sebuah tempat pariwisata tidaklah lengkap tanpa fasilitas pelengkap yang sesuai dengan tema wisata yang ditawarkan. Ini pulalah yang dilakukan pihak pengelola. Sebagai salah satu tempat wisata bahari, fasilitas-fasilitas utama yang diberikan berupa watersport. Fasilitas watersport di Pulau Bidadari terdiri dari banana boat, jetski, canoe, seightseeing boat, fishing pier, fishing chart, parasailing. Penyediaan fasilitas tersebut disesuaikan dengan keadaan lokasi wisata yang berbatasan langsung dengan laut.
Pengembangan fasilitas dilakukan dengan terus menambah fasilitas baru yang tidak hanya berhubungan dengan watersport. Sepeda, motor ATV,outbond, karaoke dan billiard merupakan fasilitas lain yang dapat dinikmati. Fasilitas tersebut disediakan bagi pengunjung yang ingin bermain di area daratan pulau Bidadari. Para wisatawan memang dikenakan biaya tambahan setiap menggunakan fasilitas pelengkap. Harganya pun bervariasi tergantung dengan fasilitas itu sendiri. Dalam pengadaan beberapa fasilitas pelengkap, pihak pengelola mengadakan kerjasama dengan pihak luar, misalnya dalam pengadaan fasilitas outbond.
Baru-baru ini pengembangan fasilitas yang dilakukan pihak pengelola adalah fasilitas Swimming with The Dolphin. Dilihat dari segi entertainment, wisatawan dapat menikmati sensasi berenang bersama lumba-lumba dengan suasana yang berbeda, yaitu pinggir laut. Disisi lain keberadaan lumba-lumba ini dapat digunakan sebagai sarana terapi, khususnya bagi anak-anak autis. Lumba-lumba yang ada di pulau ini sudah terlebih dahulu di latih untuk kebutuhan terapi. Namun, tidak menutup kemungkinan manusia normal untuk berenang bersama lumba-lumba ini. Keberadaan lumba-lumba ini berasal dari kerjasama antara pihak PT. Seabreez Indonesia, selaku pihak pengelola, dengan PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Pihak pengelola menyediaan altenatif tempat dan suasana baru bagi fasilitas ini sementara PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. menyediakan lumba-lumba.
Untuk mencapai lokasi Pulau Bidadari diperlukan kendaraan khusus yaitu perahu boat. Setiap pengunjung yang akan berwisata ke Pulau Bidadari dapat menggunakan perahu boat yang sudah disediakan di Dermaga Marina 17, Ancol. Pihak pengelola sendiri memiliki sekitar 6 buah speed boat dengan kapasitas bervariasi. Kapal-kapal itu antara lain Khayangan 5 dan 7 yang berkapasitas kurang lebih 30 orang, Bidek 5, 6 dan 7 dengan kapasitas 50 orang dan Balqis dengan kapasitas 6 orang. Pengecekan atau service atau ngedok kapal sendiri dilakukan setiap setahun sekali. Service kapal dibagi menjadi dua jenis yaitu service ringan dan service berat. Service ringan yaitu pengecekan terhadap mesin-mesin kapal saja, seperti yang dilakukan sebelum pengoperasian kapal. Service berat yaitu pengecekan kapal secara menyeluruh, tidak hanya mesin saja tetapi juga pada badan kapal seperti pengecatan ulang, pemeriksaan bentuk kapal, dll.
Para wisatawan tidak perlu merasa khawatir untuk menggunakan transportasi ini. Semua kapal yang akan berangkat melalui beberapa tahap pengecekan terlebih dahulu sebagai syarat pengoperasian kapal. Salah satunya adalah pengecekan kondisi kapal serta perlengkapan keselamatan kapal, seperti gas pemadam kebakaran, pelampung dan life jacket dengan jumlah yang lebih banyak dari penumpang yang ada. Pelengkapan keselamatan ini diletakkan tiap tempat duduk dan ruangan penumpang sehingga jika terjadi sesuatu, wisatawan tidak kesulitan untuk menyelamatkan diri.
Selain pemeriksaan kondisi speed boat, pihak pengelola harus melaporkan pengoperasian kapal ke pihak berwenang yaitu Sabandar. Sabandar merupakan suatu badan pengawasan pengoperasian kapal laut di bawah Dinas Perhubungan Laut. Sabandar bertugas memantau keadaan laut serta memberikan surat ijin pengoperasian kapal setelah kapal tersebut memenuhi syarat aman sebuah perjalanan. Jika pihak pengelola tidak mendapat ijin beroperasi dari Sabandar maka kapal pun tidak akan beroperasi meskipun pada saat itu sedang ada wisatawan. Biasanya hal tersebut dikarenakan kondisi cuaca serta ombak laut yang sedang tidak bersahabat. Hal tersebut dilakukan karena pihak pengelola lebih mengutamakan keselamatan wisatawan daripada keuntungan yang mereka peroleh.
Keberhasilan perusahaan tidaklah terlepas dari peran penting para karyawannya. Untuk itu pihak pengelola terus berusaha meningkatkan sumber daya manusia melalui training kepariwisataan untuk karyawan. Pengalaman berinteraksi dengan wisatawan, terutama wisartawan asing, juga membantu mereka dalam mengaplikasikan apa yang sudah mereka dapatkan dalam proses training. Usaha meningkatkan sumber daya kayawan sedikit demi sedikit membuahkan hasil. Hal tersebut terbukti dengan meningkatnya kemampuan beberapa karyawan yang berada di Pulau Bidadari menggunakan Bahasa Inggris. Beberapa dari mereka yang awalnya tidak bisa berbahasa Inggris, kini mampu menggunakannya meskipun kemampuan mereka berbahasa Inggris tidak begitu fasih.
Tidak dipungkiri bahwa usaha promosi adalah salah satu hal penting dalam pengembangan pariwisata. Dengan usaha promosi, pihak pengelola dapat menarik minat pengunjung untuk berwisata serta memperkenalkan objek wisata. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mempromosikan objek wisata, misalnya brosure dan iklan di media cetak maupun elektronik. Cara tersebut dinilai efektif dalam penyampaian informasi (promosi). Hal tersebut juga dilakukan oleh pihak pengelola Pulau Bidadari. Liputan tentang Pulau Bidadari pernah disiarkan di beberapa saluran televisi sepeto TVRI, Metro Tv, Tv One. Selain itu Pulau Bidadari juga digunakan sebagai lokasi syuting sinetron komedi Jinny Oh Jinny pada tahun 90an.
Selain bekerjasama dengan pihak media elektronik, pihak pengelola juga bekerja sama dengan bridal atau wedding organizer dan event organizer dalam menyediakan paket wedding dan paket liburan. Paket wedding merupakan paket yang diberikan pada pasangan yang sedang mempersiapkan pernikahannya melaui wedding organisation yang bekerjasama dengan Pulau Bidadari. Paket ini membeikan fasilitas berupa tempat foto pra-wedding dan tempat untuk honeymoon. Pulau Bidadari memberikan beberapa view yang dapat digunakan sebagai latar foto, yaitu pemandangan laut lepas, pantai, hutan serta benteng bersejarah. Ini memudahkan calon pengantin untuk mengambil foto dengan beberapa latar tanpa harus berpindah-pindah tempat.
Beberapa paket perjalanan pun juga ditawakan oleh pihak pengelola untuk memudahkan wisatawan dalam melakukan wisata bahari di Pulau Bidadari. Beberapa paket tersebut antara lain paket individu dan rombongan. Setiap wisatawan yang mengambil paket tersebut dapat pula memilih untuk melakukan one day tour atau menginap. One day tour merupakan perjalanan mengelilingi pulau, untuk individu maupun rombongan, selama satu hari. Wisatawan menuju Pulau Bidadari pada pagi hari dan pulang pada sore hari.
Pulau Bidadari juga sering dijadikan tempat family gathering untuk rombongan suatu perusahaan. Event peusahaan seperti ini dapat melalui event organizer maupun tidak. Perusahaan dapat memilih untuk menggunakan fasilitas apa saja yang akan digunakan di Pulau Bidadari sesuai dengan fasilitas yang tersedia, seperti tempat, panggung, sound sistem, restaurant, ruang rapat, dll. Baik paket individu maupun rombongan mendapat fasilitas welcome dink, transport pp, makan siang dan asuransi. Paket ini tidak termasuk pintu masuk Ancol. Namun, bagi rombongan ditawarkan paket yang sekaligus biaya pintu masuk Ancol. Keuntungan bagi rombongan yang mengambil paket plus pintu masuk Ancol adalah potongan harga 50% pintu masuk Ancol. Jika tidak, rombongan membayar 100% untuk pintu masuk Ancol.
Usaha pengembangan Pulau Bidadari tidak lepas dari hambatan yang ada. Aksesbilitas menimbulkan kekhawatiran di kalangan wisatawan. Biasanya wisatawan merasa takut untuk menyebrangi laut dengan menggunakan kapal, terlebih lagi bagi wisatawan yang baru pertama kali menggunakan speed boat sebagai transportasi. Selain itu, ketersediaan dana dan perijinan juga sedikit menjadi kendala. Tidak dipungkiri bahwa segala usaha pengembangan memerlukan dana yang tidaklah sedikit. Terlebih lagi lokasi objek wisata yang beresiko mengalami kerusakan akibat perubahan cuaca. Selain dana, setiap pengembangan yang dilakukan haruslah mendapat ijin dari pihak berwenang. Tanpa perijinan tersebut, walaupun dana mencukupi, pengembangan tidak dapat dilakukan.
Keberhasilan suatu objek wisata tertumpu pada kepuasan para wisatawan. Untuk itu, Pulau Bidadari sering kali memberikan kuisioner pada setiap wisatawan yang menginap di setiap kamar. Bagi wisatawan yang mengikuti one day tour, pihak Pulau Bidadari menanyakan opini wisatawan secara langsung. Selama ini, wisatawan merasa puas dengan pelayanan Pulau Bidadari. Biasanya para wisatawan memberikan usul berupa penambahan fasilitas hiburan yang terdapat di Pulau Bidadari. Oleh karena itu, sampai saat ini pihak pengelola berusaha memberikan inovasi baru untuk memenuhi kepuasan pelanggan.
Daftar Pustaka
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17036/4/Chapter%20II.pdf
http://www.bidadariisland.com
http://pariwisata.cilacapkab.go.id/index.php?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=60
http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2010/03/15/brk,20100315-232648,id.html
http://kiara.or.id/content/view/175/130/
Disusun Oleh
Widya Yunita
3SA02
10608126
Universitas Gunadarma
2010
DAFTAR ISI
Daftar Isi ........................................................... ........ i
Pendahuluan ................................................................... 1
Kajian Teori .................................................................. 3
1. Pengertian Pariwisata....................................................... 3
2. Pengertian Objek Wisata..................................................... 3
3. Pengembangan Objek Wisata................................................... 5
4. Sekilas tentang Pulau Bidadari............................................. 6
Metodologi Penelitian........................................................ 8
1. Rumusan Masalah........................................................... 8
2. Tujuan Penelitian......................................................... 8
3. Metodologi Penelitian..................................................... 8
Pembahasan ................................................................... 9
Daftar Pustaka................................................................ 15
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Indonesia merupakan suatu negara yang terdiri dari banyak pulau yang kaya akan hasil alamnya. Sumber daya hayati pesisir dan lautan Indonesia seperti populasi ikan hias yang diperkirakan sekitar 263 jenis, terumbu karang, padang lamun, hutan mangrove dan berbagai bentang alam pesisir atau coastal landscape yang unik lainnya membentuk suatu pemandangan alamiah yang begitu menakjubkan. Kondisi tersebut menjadi daya tarik sangat besar bagi wisatawan sehingga pantas bila dijadikan sebagai objek wisata bahari.
Dalam rangka pemanfaatan kekayaan alam yang ada, saat ini, wisata bahari menjadi pilihan baru dalam dunia pariwisata. Pariwisata ini menawarkan kegiatan wisata seperti wisata alam, pemancingan, berenang, selancar, berlayar, rekreasi pantai dan wisata pesiar. Lokasi wisata bahari itu sendiri, khususnya di Jakarta, terdapat di Jakarta Utara yang berbatasan langsung dengan laut lepas. Kini wilayah tersebut memiliki berbagai objek wisata bahari yang memberikan hiburan tersendiri, misalnya Pelabuhan Sunda Kelapa, Sentra Perikanan Muara Angke, dll.
Tempat pariwisata yang terkenal dengan wisata baharinya terletak di utara Jakarta, khususnya wilayah Ancol. Wisata bahari kini tidak lagi hanya berupa kegiatan yang dilakukan di pantai tetapi berkembang dengan adanya resort yang terdapat di pulau-pulau kecil di tengah laut. Salah satu pulau yang terdapat di Kepulauan Seribu yaitu Pulau Bidadari. Pulau Bidadari tidak hanya sebuah pulau dengan berbagai pilihan resort tetapi sebuah pulau yang memiliki peninggalan sejarah yang masih terawat dengan baik. Pulau ini terletak ditengah laut yang ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit dari dermaga di Ancol. Karena letaknya yang ditengah laut, tidak mudah bagi penyedia wisata menarik minat pengunjung untuk menikmati rekreasi di pulau tersebut. Ketidakmungkinan bagi pengunjung melihat langsung tempat tersebut sebelum mengunjunginya serta perjalanan yang menggunakan perahu boat menjadi salah satu kendala yang dihadapi pihak penyedia wisata. Oleh karena itu, pihak penyedia wisata selalu berusaha melakukan pengembangan di segala aspek wisata bahari yang bertujuan menarik minat wisatawan terhadap wisata bahari di Pulau Bidadari sehingga Pulau Bidadari dapat terus menjadi salah satu contoh inovasi wisata bahari sampai sekarang.
KAJIAN TEORI
1. Pengertian Pariwisata
Secara etimologis kata pariwisata yang berasal dari bahasa sansekerta, yang terdiri dari dua suku kata yaitu masing-masing kata pari dan wisata. Pari yang berarti banyak, berkali-kali, berputar-putar, lengkap. Wisata, berarti perjalanan, berpergian yang dalam hal ini sinonim dengan kata travel dalam bahasa inggris. Atas dasar itu, maka kata pariwisata diartikan sebagai perjalanan yang dilakukan berkali-kali atau berputar-putar, dari suatu tempat ke tempat lain.
Menurut Kuncoro (2004:295) kata pariwisata dapat diartikan perjalanan penuh, mulai dari berangkat dari suatu tempat, ke satu atau beberapa tempat lain dan singgah, kemudian kembali ke tempat semula.
Murphy dalam Pitana dan Gayatri (2005), pariwisata adalah keseluruhan dari elemen-elemen terkait (wisatawan, daerah tujuan wisata, perjalanan, industri, dan lain-lain) yang merupakan akibat dari perjalan wisata ke daerah tujuan wisata, sepanjang perjalanan tersebut dilakukan secara tidak permanen.
Menurut Damanik (2006:1), pariwisata dalam arti luas adalah kegiatan rekreasi di luar domisili untuk melepaskan diri dari pekerjaan rutin atau mencari suasana lain. Sebagai suatu aktivitas manusia, pariwisata adalah fenomena pergerakan manusia, barang, dan jasa yang sangat kompleks. Ia terkait erat dengan organisasi, hubungan-hubungan kelembagaan dan individu, kebutuhan layanan, penyediaan kebutuhan layanan, dan sebagainya.
2. Pengertian Objek Wisata
Pengertian objek wisata atau “tourist attraction”, istilah yang lebih sering digunakan, yaitu segala sesuatu yang menjadi daya tarik bagi orang untuk mengunjungi suatu daerah tertentu (Pengantar Ilmu Pariwisata, Drs. Oka A. Yoeti, 1985).
Dalam dunia kepariwisataan, segala sesuatu yang menarik dan bernilai untuk dikunjungi dan dilihat, disebut atraksi atau lazim pula dinamakan objek wisata (Ilmu Pariwisata, Nyoman S. Pendit, 1994).
Darmadjati dalam Ediwarsyah (1987) memberi batasan tentang pengertian obyek pariwisata adalah : “Pada garis besarnya berwujud obyek, barang-barang mati atas statis, baik yang diciptakan oleh manusia sebagai hasil seni budaya, atau yang berupa gejala-gejala alam yang memiliki daya tarik kepada para wisatawan untuk mengunjunginya agar dapat menyaksikan, mengagumi, menikmati sehingga terpenuhi rasa kepuasan wisatawan-wisatawan itu, sesuai dengan motif kunjungannya”.
Dari beberapa pengertian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa objek wisata atau atraksi wisata adalah segala sesuatu yang mempunyai daya tarik, keunikan dan nilai yang tinggi, yang menjadi tujuan wisatawan datang ke suatu daerah tertentu untuk menikmatinya serta mendapatkan rasa kepuasan sesuai dengan keinginan wisatawan.
Seiring dengan perkembangan industri pariwisata, muncullah bermacam-macam jenis objek wisata yang lama-kelamaan mempunyai cirinya tersendiri. Perkembangan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang saat ini melakukan perjalanan wisata berdasarkan alasan dan tujuan yang berbeda-beda. Di bawah ini, diuraikan mengenai beberapa jenis objek wisata yang dikelompokkan berdasarkan alasan atau motivasi serta tujuan wisatawan dalam melakukan suatu perjalanan wisata, antara lain:
• Objek Wisata Budaya
Perjalanan ke objek wisata ini dilakukan atas dasar keinginan untuk memperluas pandangan hidup seseorang, dengan jalan mengadakan kunjungan atau peninjauan ke tempat lain, untuk mempelajari keadaan rakyat, kebiasaan dan adat-istiadat, cara hidup, budaya dan seni mereka.
• Objek Wisata Kesehatan
Perjalanan seorang wisatawan ke objek wisata ini dilakukan dengan tujuan untuk menukar keadaan dan lingkungan tempat sehari-hari dimana ia tinggal demi kepentingan kesehatannya dan untuk beristirahat.
• Objek Wisata Olah Raga
Wisatawan yang melakukan perjalanan ke objek wisata ini mempunyai tujuan untuk berolah raga atau memang sengaja bermaksud mengambil bagian aktif dalam pesta olah raga di suatu tempat atau negara tertentu.
• Objek Wisata Komersial
Perjalanan yang dilakukan ke objek wisata ini dengan tujuan untuk mengunjungi pameran-pameran dan pekan raya yang bersifat komersial.
• Objek Wisata Politik
Perjalanan ke objek wisata ini dilakukan dengan tujuan untuk mengunjungi atau mengambil bagian aktif dalam peristiwa kegiatan politik.
• Objek Wisata Pilgrim
Perjalanan wisata ke tempat ini sering dihubungkan dengan agama, sejarah, adat istiadat, dan kepercayaan wisatawan, dan biasanya mempunyai tujuan yang dihubungkan dengan niat atau hasrat sang wisatawan untuk memperoleh restu, kekuatan batin, keteguhan iman, dan tidak jarang pula untuk tujuan memperoleh berkah dan kekayaan melimpah.
• Objek Wisata Bahari
Perjalanan ke objek wisata ini banyak dikaitkan dengan kegiatan olahraga di air. Seperti memancing, berlayar, menyelam, berselancar, atau berkeliling melihat taman laut dengan pemandangan indah di bawah permukaan air (Ilmu Pariwisata, Nyoman S. Pendit, 1994).
3. Pengembangan Objek Wisata
Pengembangan adalah proses, cara, perbuatan menjadikan maju atau pembangunan secara bertahap, teratur dan berkelanjutan, yang menjurus ke sasaran yang dikehendaki. Pengembangan juga dapat dinilai sebagai respon terhadap perubahan yang selalu terjadi dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, di dalam mengupayakan pengembangan, perencanaan yang baik menjadi tindakan yang mutlak dilakukan. Perencanaan yang baik akan menghasilkan suatu strategi pengembangan yang terintegrasi, sehingga sasaran yang akan dituju tercapai dan sesuai dengan yang diharapkan.
Menurut Marpaung (2002:9), Pengembangan kepariwisataan dilandaskan atas usaha-usaha sebagai berikut:
• Memelihara dan membina keindahan alam dan kekayaan serta kebudayaan masyarakat Indonesia sebagai daya tarik kepariwisataan
• Menyediakan dan membina fasilitas-fasilitas transportasi, akomodasi, entertainment, dan pelayanan pariwisata lainnya yang diperlukan termasuk pendidikan pegawai
• Menyelenggarakan promosi kepariwisataan secara aktif dan efektif di dalam dan di luar negeri
• Mengusahakan kelancaran formalitas perjalanan dan lalu lintas para wisatawan dan dengan demikian menghilangkan unsur-unsur yang menghambatnya
• Mengerahkan kebijaksanaan dan kegiatan perhubungan sebagai sarana utama guna memperbesar jumlah dan kelancaran arus wisatawan.
Proses pengembangan pariwisata memerlukan waktu yang cukup panjang dan langkah-langkah yang berkesinambungan. Untuk mewujudkannya diperlukan kerjasama yang baik oleh semua pihak. Dalam hal ini, Hadinoto (1996:26) menguraikan bahwa secara umum ada tiga (3) pihak yang saling berkaitan erat, yaitu:
• Pihak Penyedia Jasa Wisata Langsung, meliputi usaha yang menyangkut perjalanan seperti penerbangan, hotel, transportasi darat lokal, bus perjalanan, restoran dan toko eceran. Usaha-usaha ini memberikan layanan, aktivitas, dan produk yang dibeli atau dikonsumsi langsung oleh orang-orang yang melakukan perjalanan.
• Pihak Usaha Pendukung Wisata, meliputi tour organizer, travel and trade publication, hotel management firm dan travel research firm.
• Organisasi Pengembangan Wisata, meliputi konsultan perencanaan, badan pemerintah, lembaga finansial, developer properti, lembaga latihan dan pendidikan.
4. Sekilas tentang Pulau Bidadari
Pulau Bidadari, sebuah pulau kecil, yang merupakan bagian dari kepulauan seribu yang terletak sejauh 15 km dari Dermaga 17 Marina Ancol. Dalam waktu 20 menit kita dapat tiba di Pulau Bidadari dengan menggunakan speed boat . Pulau Bidadari dikelilingi oleh 3 pulau kecil lainnya, yaitu Pulau Kelor, Pulau Onrust dan Pulau Cipir (Khayangan). Pada awalnya Pulau ini merupakan sebuah pulau kecil tak berpenghuni tempat pembuangan orang-orang berpenyakit kusta pada jaman Belanda yang bernama Pulau Sakit. Nama Pulau Sakit dirasakan kurang cocok untuk dipertahankan sebagai nama objek wisata. Hal itu dikarenakan nama tersebut akan menimbulkan pemikiran negatif pada wisatawan. Wisatawan akan khawatir kalau pulau tersebut benar-benar membawa suatu hal negatif bagi mereka.
Pemberian nama Pulau Bidadari sendiri dirasakan akan memicu keingintahuan wisatawan akan pulau ini. Wisatawan mungkin akan berfikir “apakah disana ada bidadari?” atau “apa pulau tersebut mempunyai kisah tentang Bidadari?”, dsb. Kata “Bidadari” merupakan suatu simbol keindahan, kebaikan serta ketentraman. Disinilah penyedia wisata secara implisit menyampaikan tentang objek wisata yang mereka sediakan.
Semenjak tahun 1974 Pulau Bidadari resmi dikelola oleh PT. Seabreez Indonesia, berdiri tahun 1972, yang merupakan salah satu anak usaha PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Pada tahun 1974, pulau ini disahkan oleh Gubernur DKI saat itu, Ali Sadikin. Kantor pemasaran Pulau Bidadari terletak di Marina Ancol, tidak jauh dari dermaga keberangkatan.
Sebagai objek wisata bahari Pulau Bidadari menyediakan berbagai fasilitas yang berkaitan dengan alam, khususnya laut. Selain itu, terdapat pula beberapa peninggalan sejarah jaman Belanda yang bermanfaat bagi pengetahuan pengunjung. Wisatawan yang ingin menghabiskan waktu lebih lama di Pulau Bidadari pun tak perlu khawatir karena terdapat banyak pilihan resort di pulau ini. Mulai dari resort di darat yang terdiri dari beberapa tipe sampai floating cottages. Pulau Bidadari sendiri sudah dikenal di luar Jakarta. Hal ini terbukti dengan adanya beberapa wisatawan yang berasal dari luar kota seperti Bandung dan Surabaya.
Visi & Misi
Visi : Memperkenalkan pulau seribu sebagai tempat wisata bahari.
Misi : Meningkatkan pendapatan devisa nasional dan internasional.
Metodologi Penelitian
2. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang yang dikemukakan di atas, peneliti secara khusus ingin menjawab permasalahan yaitu “Bagaimana usaha pengembangan objek wisata bahari di Pulau Bidadari dalam rangka menarik minat pengunjung?”
3. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari observasi ini antara lain :
1. Mengetahui usaha-usaha pengembangan wisata bahari berupa resort di tengah laut
2. Memenuhi tugas softskill kepariwisataan
4. Metodelogi Penelitian
Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan metode observasi langsung berupa pengamatan langsung pada objek wisata serta mengajukan beberapa pertanyaan berkaitan dengan permasalahan yang ada pada pihak yang berwenang.
PEMBAHASAN
Pulau Bidadari merupakan salah satu pulau kecil di Kepulauan Seribu yang pada awalnya hanyalah pulau kecil, yang tak berpenghuni, dimana pada jaman VOC tempat ini dijadikan tempat pembuangan orang-orang sakit kusta. Pulau ini kemudian dikembangkan sebagai salah satu objek wisata bahari berupa resort di tengah laut. Pengembangan wisata bahari seperti ini memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan, seperti pengalaman yang didapat saat harus menggunakan speed boat untuk sampai ke resort, fasilitas serta suasana yang berbeda, tidak melelahkan, serta sarana edukasi dari segi sejarah yang berbeda dari biasanya.
Sebagai tempat peninggalan Belanda, Pulau Bidadari menyimpan beberapa benda-benda peninggalan Belanda yang menjadi daya tarik alami pertama kali. Benda-benda tersebut antara lain Benteng Mortello, prasasti sejarah, hutan konservasi serta meriam beserta bebeapa pelurunya. Sebenarnya tidak hanya Benteng Mortello saja, disebelah barat Pulau Bidadari terdapat pulau yang menyimpan benda bersejarah berupa benteng peninggalan Belanda juga, yaitu Pulau Onrust, Kelor dan Khayangan. Peninggalan sejarah tersebut merupakan daya tarik tersendiri bagi tempat tersebut serta memberikan nilai edukasi. Beberapa orang awam mungkin saja tidak mengetahui bahwa terdapat benteng peninggalan Belanda di pulau ini karena letaknya yang sulit dijangkau. Untuk itu, pihak pengelola menyedia jasa guide untuk memandu wisatawan yang ingin mengetahui lebih banyak tentang peninggalan bersejarah tersebut. Sekalipun wisatawan tidak menggunakan jasa guide, wisatawan tetap dapat mendapatkan pengetahuan berupa pengetahuan singkat yang tedapat disetiap benda besejarah.
Benda peninggalan tersebut masih terawat baik hingga sekarang. Namun, dalam perawatannya terdapat perbedaan antara perawatan benda bersejarah di Pulau Bidadari dan di pulau lainnya. Perawatan benda bersejarah di luar Pulau Bidadari, seperti Pulau Onrust, Kelor dan Khayangan, berada di bawah pengawasan langsung Dinas Museum Bahari tanpa perantara manapun. Sementara di Pulau Bidadari menjadi tanggung jawab pengelola pulau tetapi tetap dibawah pengawasan Dinas Museum Bahari. Dalam hal ini, Dinas Museum Bahari bertugas memastikan bahwa benda-benda bersejarah tersebut tidak diubah bentuknya atau terjaga kealamiannya. Pihak pengelola biasanya hanya melakukan pembersihan dan perawatan standar, seperti membersihkan sampah, memberikan himbauan pada para wisatawan untuk menjaga kebersihan serta tidak merusak benda-benda tersebut.
Selain benda bersejarah, sebuah hutan konservasi juga merupakan wisata alam alami yang terdapat di pulau ini. Hutan konservasi ini berisi pohon-pohon, seperti pohon besi, sukun dan buah-buahan lainnya. Hasil panen buah-buahan tersebut dapat dinikmati para wisatawan langsung. Selain itu terdapat beberapa biawak yang memang sejak awal berhabitat di hutan tersebut. Sifat biawak yang takut keramaian membuat wisatawan sedikit kesulitan untuk melihat binatang tersebut. Terdapat sebuah tempat pemberian makan yang digunakan untuk memancing biawak keluar dari hutan dengan menggunakan ayam atau sesuatu yang berbau amis. Sampai saat ini binatang tersebut masih dilestarikan dan terawat dengan baik.
Di bagian belakang Pulau Bidadari terdapat sebuah pantai dengan pasirnya yang putih. Disekitar pantai itu pula kita dapat melihat beberapa ekosistem laut seperti terumbu karang dan rumput laut dari daratan serta segerombolan ikan. Walaupun air lautnya tidak terlalu bening tetapi wisatawan masih bisa melihat kehidupan laut. Letak pantai dan hutan konservasi yang berhadap-hadapan memberikan warna lain bagi wisatawan. Para wisatawan dapat menikmati dua suasana yang berbeda yang bertolak belakang sekaligus dalam satu tempat.
Perkembangan pertama kali dimulai dengan pembangunan cottage atau rumah-rumah kecil dengan berbagai tipe. Secara garis besar tipe cottage di Pulau Bidadari dibedakan menjadi 2 yaitu cottage darat dan floating cottage. Total cottage yang dimiliki Pulau Bidadari saat ini yaitu 49 cottage. Cottage-cottage tersebut terdiri dari 3 tipe yaitu 23 deluxe cottage, 20 family cottage dan 6 suit cottage. Masing-masing cottage memiliki spesifikasi tersendiri. Deluxe cottage merupakan cottage yang bebentuk rumah khas Menado yang bertingkat. Bahan baku pembuatan cottage ini beasal langsung dari Menado, seta ditangani oleh ahlinya. Family cottage memiliki luas yang lebih lebar dari cottage biasanya sehingga keluarga dapat berkumpul di satu ruangan. Sementara suit cottage merupakan cottage kecil yang memuat beberapa orang saja. Cottage tersebut dikonsep sedemikian rupa agar menyatu dengan alam. Untuk itu, kayu menjadi bahan dasar pembuatan cottage. Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa resort ini pun memiliki floating cottage. Floating cottage adalah sebuah cottage yang mengapung diatas laut.
Pada awal tahun 2007, beberapa floating cottage hancur disapu ombak laut yang besar karena tsunami kecil dan perubahan cuaca yang ekstrem. Pihak pengelola mengalami kerugian sebesa hampir 2 milyar tetapi mereka tahu betul bahwa hal tersebut merupakan suatu resiko yang harus mereka tanggung berkaitan dengan letak resort ditengah laut. Sampai saat ini, cottage tersebut masih dalam tahap perbaikan karena keterbatasan dana.
Sebuah tempat pariwisata tidaklah lengkap tanpa fasilitas pelengkap yang sesuai dengan tema wisata yang ditawarkan. Ini pulalah yang dilakukan pihak pengelola. Sebagai salah satu tempat wisata bahari, fasilitas-fasilitas utama yang diberikan berupa watersport. Fasilitas watersport di Pulau Bidadari terdiri dari banana boat, jetski, canoe, seightseeing boat, fishing pier, fishing chart, parasailing. Penyediaan fasilitas tersebut disesuaikan dengan keadaan lokasi wisata yang berbatasan langsung dengan laut.
Pengembangan fasilitas dilakukan dengan terus menambah fasilitas baru yang tidak hanya berhubungan dengan watersport. Sepeda, motor ATV,outbond, karaoke dan billiard merupakan fasilitas lain yang dapat dinikmati. Fasilitas tersebut disediakan bagi pengunjung yang ingin bermain di area daratan pulau Bidadari. Para wisatawan memang dikenakan biaya tambahan setiap menggunakan fasilitas pelengkap. Harganya pun bervariasi tergantung dengan fasilitas itu sendiri. Dalam pengadaan beberapa fasilitas pelengkap, pihak pengelola mengadakan kerjasama dengan pihak luar, misalnya dalam pengadaan fasilitas outbond.
Baru-baru ini pengembangan fasilitas yang dilakukan pihak pengelola adalah fasilitas Swimming with The Dolphin. Dilihat dari segi entertainment, wisatawan dapat menikmati sensasi berenang bersama lumba-lumba dengan suasana yang berbeda, yaitu pinggir laut. Disisi lain keberadaan lumba-lumba ini dapat digunakan sebagai sarana terapi, khususnya bagi anak-anak autis. Lumba-lumba yang ada di pulau ini sudah terlebih dahulu di latih untuk kebutuhan terapi. Namun, tidak menutup kemungkinan manusia normal untuk berenang bersama lumba-lumba ini. Keberadaan lumba-lumba ini berasal dari kerjasama antara pihak PT. Seabreez Indonesia, selaku pihak pengelola, dengan PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Pihak pengelola menyediaan altenatif tempat dan suasana baru bagi fasilitas ini sementara PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. menyediakan lumba-lumba.
Untuk mencapai lokasi Pulau Bidadari diperlukan kendaraan khusus yaitu perahu boat. Setiap pengunjung yang akan berwisata ke Pulau Bidadari dapat menggunakan perahu boat yang sudah disediakan di Dermaga Marina 17, Ancol. Pihak pengelola sendiri memiliki sekitar 6 buah speed boat dengan kapasitas bervariasi. Kapal-kapal itu antara lain Khayangan 5 dan 7 yang berkapasitas kurang lebih 30 orang, Bidek 5, 6 dan 7 dengan kapasitas 50 orang dan Balqis dengan kapasitas 6 orang. Pengecekan atau service atau ngedok kapal sendiri dilakukan setiap setahun sekali. Service kapal dibagi menjadi dua jenis yaitu service ringan dan service berat. Service ringan yaitu pengecekan terhadap mesin-mesin kapal saja, seperti yang dilakukan sebelum pengoperasian kapal. Service berat yaitu pengecekan kapal secara menyeluruh, tidak hanya mesin saja tetapi juga pada badan kapal seperti pengecatan ulang, pemeriksaan bentuk kapal, dll.
Para wisatawan tidak perlu merasa khawatir untuk menggunakan transportasi ini. Semua kapal yang akan berangkat melalui beberapa tahap pengecekan terlebih dahulu sebagai syarat pengoperasian kapal. Salah satunya adalah pengecekan kondisi kapal serta perlengkapan keselamatan kapal, seperti gas pemadam kebakaran, pelampung dan life jacket dengan jumlah yang lebih banyak dari penumpang yang ada. Pelengkapan keselamatan ini diletakkan tiap tempat duduk dan ruangan penumpang sehingga jika terjadi sesuatu, wisatawan tidak kesulitan untuk menyelamatkan diri.
Selain pemeriksaan kondisi speed boat, pihak pengelola harus melaporkan pengoperasian kapal ke pihak berwenang yaitu Sabandar. Sabandar merupakan suatu badan pengawasan pengoperasian kapal laut di bawah Dinas Perhubungan Laut. Sabandar bertugas memantau keadaan laut serta memberikan surat ijin pengoperasian kapal setelah kapal tersebut memenuhi syarat aman sebuah perjalanan. Jika pihak pengelola tidak mendapat ijin beroperasi dari Sabandar maka kapal pun tidak akan beroperasi meskipun pada saat itu sedang ada wisatawan. Biasanya hal tersebut dikarenakan kondisi cuaca serta ombak laut yang sedang tidak bersahabat. Hal tersebut dilakukan karena pihak pengelola lebih mengutamakan keselamatan wisatawan daripada keuntungan yang mereka peroleh.
Keberhasilan perusahaan tidaklah terlepas dari peran penting para karyawannya. Untuk itu pihak pengelola terus berusaha meningkatkan sumber daya manusia melalui training kepariwisataan untuk karyawan. Pengalaman berinteraksi dengan wisatawan, terutama wisartawan asing, juga membantu mereka dalam mengaplikasikan apa yang sudah mereka dapatkan dalam proses training. Usaha meningkatkan sumber daya kayawan sedikit demi sedikit membuahkan hasil. Hal tersebut terbukti dengan meningkatnya kemampuan beberapa karyawan yang berada di Pulau Bidadari menggunakan Bahasa Inggris. Beberapa dari mereka yang awalnya tidak bisa berbahasa Inggris, kini mampu menggunakannya meskipun kemampuan mereka berbahasa Inggris tidak begitu fasih.
Tidak dipungkiri bahwa usaha promosi adalah salah satu hal penting dalam pengembangan pariwisata. Dengan usaha promosi, pihak pengelola dapat menarik minat pengunjung untuk berwisata serta memperkenalkan objek wisata. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mempromosikan objek wisata, misalnya brosure dan iklan di media cetak maupun elektronik. Cara tersebut dinilai efektif dalam penyampaian informasi (promosi). Hal tersebut juga dilakukan oleh pihak pengelola Pulau Bidadari. Liputan tentang Pulau Bidadari pernah disiarkan di beberapa saluran televisi sepeto TVRI, Metro Tv, Tv One. Selain itu Pulau Bidadari juga digunakan sebagai lokasi syuting sinetron komedi Jinny Oh Jinny pada tahun 90an.
Selain bekerjasama dengan pihak media elektronik, pihak pengelola juga bekerja sama dengan bridal atau wedding organizer dan event organizer dalam menyediakan paket wedding dan paket liburan. Paket wedding merupakan paket yang diberikan pada pasangan yang sedang mempersiapkan pernikahannya melaui wedding organisation yang bekerjasama dengan Pulau Bidadari. Paket ini membeikan fasilitas berupa tempat foto pra-wedding dan tempat untuk honeymoon. Pulau Bidadari memberikan beberapa view yang dapat digunakan sebagai latar foto, yaitu pemandangan laut lepas, pantai, hutan serta benteng bersejarah. Ini memudahkan calon pengantin untuk mengambil foto dengan beberapa latar tanpa harus berpindah-pindah tempat.
Beberapa paket perjalanan pun juga ditawakan oleh pihak pengelola untuk memudahkan wisatawan dalam melakukan wisata bahari di Pulau Bidadari. Beberapa paket tersebut antara lain paket individu dan rombongan. Setiap wisatawan yang mengambil paket tersebut dapat pula memilih untuk melakukan one day tour atau menginap. One day tour merupakan perjalanan mengelilingi pulau, untuk individu maupun rombongan, selama satu hari. Wisatawan menuju Pulau Bidadari pada pagi hari dan pulang pada sore hari.
Pulau Bidadari juga sering dijadikan tempat family gathering untuk rombongan suatu perusahaan. Event peusahaan seperti ini dapat melalui event organizer maupun tidak. Perusahaan dapat memilih untuk menggunakan fasilitas apa saja yang akan digunakan di Pulau Bidadari sesuai dengan fasilitas yang tersedia, seperti tempat, panggung, sound sistem, restaurant, ruang rapat, dll. Baik paket individu maupun rombongan mendapat fasilitas welcome dink, transport pp, makan siang dan asuransi. Paket ini tidak termasuk pintu masuk Ancol. Namun, bagi rombongan ditawarkan paket yang sekaligus biaya pintu masuk Ancol. Keuntungan bagi rombongan yang mengambil paket plus pintu masuk Ancol adalah potongan harga 50% pintu masuk Ancol. Jika tidak, rombongan membayar 100% untuk pintu masuk Ancol.
Usaha pengembangan Pulau Bidadari tidak lepas dari hambatan yang ada. Aksesbilitas menimbulkan kekhawatiran di kalangan wisatawan. Biasanya wisatawan merasa takut untuk menyebrangi laut dengan menggunakan kapal, terlebih lagi bagi wisatawan yang baru pertama kali menggunakan speed boat sebagai transportasi. Selain itu, ketersediaan dana dan perijinan juga sedikit menjadi kendala. Tidak dipungkiri bahwa segala usaha pengembangan memerlukan dana yang tidaklah sedikit. Terlebih lagi lokasi objek wisata yang beresiko mengalami kerusakan akibat perubahan cuaca. Selain dana, setiap pengembangan yang dilakukan haruslah mendapat ijin dari pihak berwenang. Tanpa perijinan tersebut, walaupun dana mencukupi, pengembangan tidak dapat dilakukan.
Keberhasilan suatu objek wisata tertumpu pada kepuasan para wisatawan. Untuk itu, Pulau Bidadari sering kali memberikan kuisioner pada setiap wisatawan yang menginap di setiap kamar. Bagi wisatawan yang mengikuti one day tour, pihak Pulau Bidadari menanyakan opini wisatawan secara langsung. Selama ini, wisatawan merasa puas dengan pelayanan Pulau Bidadari. Biasanya para wisatawan memberikan usul berupa penambahan fasilitas hiburan yang terdapat di Pulau Bidadari. Oleh karena itu, sampai saat ini pihak pengelola berusaha memberikan inovasi baru untuk memenuhi kepuasan pelanggan.
Daftar Pustaka
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17036/4/Chapter%20II.pdf
http://www.bidadariisland.com
http://pariwisata.cilacapkab.go.id/index.php?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=60
http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2010/03/15/brk,20100315-232648,id.html
http://kiara.or.id/content/view/175/130/
Selasa, 27 April 2010
House Of Commons
House of Commons adalah majelis rendah dari Parlemen Britania Raya yang terdiri dari Sovereign dan House of Lords, yang bertemu di Istana Westminister. House of Commons merupakan demokratis tubuh terpilih, terdiri dari 646 anggota yang dikenal sebagai anggota parlemen. Anggotanya dipilih melalui sistem first-past-the-post yaitu suatu pemilihan yang ditentukan oleh calon pemungutan suara tertinggi. Mereka memegang jabatan selama maksimum lima tahun setelah pemilihan sebelumnya.
House of Commons Inggris berevolusi pada beberapa titik di Inggris selama abad ke-14 dan, dalam praktiknya, telah ada sejak saat itu secara berkelanjutan, menjadi House of Commons of Great Britain, setelah serikat politik dengan Skotlandia , dan juga, selama abad kesembilan belas, menjadi United Kingdom of Great Britain and Ireland setelah serikat politik dengan Irlandia. House of Commons pada awalnya jauh lebih lemah daripada House of Lords, namun saat ini kekuasaan legislatif yang melebihi orang-orang dari Lords. Berdasarkan undang-undang Parlemen 1991, kekuatan House of Lords untuk menolak sebagian besar keputusan legislative dikurangi untuk menahan kekuatan. Selain itu, Pemerintah terutama bertanggung jawab kepada House of Commons, Perdana Menteri tetap di kantor hanya selama dia mempertahankan dukungan.
Ketua Dewan Perwakilan adalah ketua pejabat dari House of Commons. Speaker House of Commons yang paling baru adalah John Bercow, yang terpilih pada 22 Juni 2009, menyusul pengunduran diri Martin Michael. Ia menjabat sampai dengan 12 April 2010 dan pembubaran parlemen, tetapi secara luas diharapkan akan kembali elcted ke kantor setelah dimulainya sidang Parlemen baru pada tanggal 18 Mei 2010.
Ketua memimpin perdebatan DPR, yang menentukan anggota bisa berbicara. Ketua juga bertanggung jawab untuk menjaga ketertiban dalam debat, dan dapat menghukum anggota yang melanggar peraturan DPR. Secara konvensional, Ketua tetap non-partisan dan melepas semua afiliasi dengan partai mantan politiknya ketika bekerja. Ketua tidak mengambil bagian dalam debat atau suara (kecuali untuk memutuskan ikatan, dan bahkan kemudian, tunduk pada konvensi yang menjaga statusnya non-partisan), meskipun Ketua masih mampu berbicara. Selain dari tugas yang berhubungan dengan memimpin DPR, Ketua juga melakukan fungsi administrasi dan prosedural, dan tetap konstituen Anggota Parlemen. Ketua memiliki hak dan kewajiban untuk berada di kawasan Parlemen, dekat Big Ben. House of Commons dapat meminta Perdana Menteri untuk mengundurkan diri atau mengadakan pemilihan umum yang dilakukan Majelis Rendah dengan mengeluarkan mosi tidak percaya atau dengan menarik dukungan terhadap perdana menteri.
House of Commons Inggris berevolusi pada beberapa titik di Inggris selama abad ke-14 dan, dalam praktiknya, telah ada sejak saat itu secara berkelanjutan, menjadi House of Commons of Great Britain, setelah serikat politik dengan Skotlandia , dan juga, selama abad kesembilan belas, menjadi United Kingdom of Great Britain and Ireland setelah serikat politik dengan Irlandia. House of Commons pada awalnya jauh lebih lemah daripada House of Lords, namun saat ini kekuasaan legislatif yang melebihi orang-orang dari Lords. Berdasarkan undang-undang Parlemen 1991, kekuatan House of Lords untuk menolak sebagian besar keputusan legislative dikurangi untuk menahan kekuatan. Selain itu, Pemerintah terutama bertanggung jawab kepada House of Commons, Perdana Menteri tetap di kantor hanya selama dia mempertahankan dukungan.
Ketua Dewan Perwakilan adalah ketua pejabat dari House of Commons. Speaker House of Commons yang paling baru adalah John Bercow, yang terpilih pada 22 Juni 2009, menyusul pengunduran diri Martin Michael. Ia menjabat sampai dengan 12 April 2010 dan pembubaran parlemen, tetapi secara luas diharapkan akan kembali elcted ke kantor setelah dimulainya sidang Parlemen baru pada tanggal 18 Mei 2010.
Ketua memimpin perdebatan DPR, yang menentukan anggota bisa berbicara. Ketua juga bertanggung jawab untuk menjaga ketertiban dalam debat, dan dapat menghukum anggota yang melanggar peraturan DPR. Secara konvensional, Ketua tetap non-partisan dan melepas semua afiliasi dengan partai mantan politiknya ketika bekerja. Ketua tidak mengambil bagian dalam debat atau suara (kecuali untuk memutuskan ikatan, dan bahkan kemudian, tunduk pada konvensi yang menjaga statusnya non-partisan), meskipun Ketua masih mampu berbicara. Selain dari tugas yang berhubungan dengan memimpin DPR, Ketua juga melakukan fungsi administrasi dan prosedural, dan tetap konstituen Anggota Parlemen. Ketua memiliki hak dan kewajiban untuk berada di kawasan Parlemen, dekat Big Ben. House of Commons dapat meminta Perdana Menteri untuk mengundurkan diri atau mengadakan pemilihan umum yang dilakukan Majelis Rendah dengan mengeluarkan mosi tidak percaya atau dengan menarik dukungan terhadap perdana menteri.
House Of Lord and Archbishops
House of Lords (Dewan Bangsawan) adalah sebutan bagi majelis tinggi dalam Parlemen United Kingdom of Great Britain. Monarki Inggris bersama majelis tinggi (House of Lords) dan majelis rendah House of Commons (Dewan Rakyat Britania Raya) membentuk Parlemen Kerajaan Bersatu. Nama resmi untuk House of Lords adalah ''The Right Honourable the Lords Spiritual and Temporal of the United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland in Parliament assembled (translasi literal: Yang Termulia Bangsawan Keduniawian dan Spiritualitas Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia Utara dalam Parlemen yang bersidang). Gelar formal untuk anggota House of Lords adalah "Yang Termulia Bangsawan ... dari ..." (The Right Honourable the Lord ... of ...). Bangsawan yang menjadi anggota badan penasihat Privy Council berhak menambahkan gelar "PC" yang ditulis setelah nama lengkap. Semua anggota Privy Council juga berhak atas gelar The Right Honourable.
Parlemen Kerajaan Bersatu Britania Raya berasal dari dewan penasihat raja di abad pertengahan. Pada waktu itu, anggota dewan kerajaan terdiri dari rohaniwan, bangsawan, dan perwakilan dari pemerintah lokal yang disebut county (daerah administrasi borough juga kemudian mengirimkan wakilnya). Parlemen pertama yang dimiliki Kerajaan Bersatu (1295) terdiri dari uskup agung, uskup, kepala biara, bangsawan bergelar Earl dan Baron, dan wakil-wakil dari daerah-daerah administrasi shire dan borough. Kekuasaan parlemen berkembang secara lambat, serta bisa berkurang atau bertambah bergantung kondisi kerajaan yang sedang menguat atau melemah. Di masa pemerintahan Raja Edward II dari Inggris, kekuasaan kalangan bangsawan lebih kuat dari kekuasaan istana, namun sebaliknya wakil-wakil dari shire dan borough sama sekali tidak berdaya. Pada tahun 1322, kekuasaan parlemen untuk pertama kali diakui bukan oleh piagam kerajaan, melainkan dengan undang-undang yang disahkan oleh parlemen sendiri.
Perkembangan penting terjadi di masa pemerintahan Raja Edward III dari Inggris yang mewariskan tahta dari Raja Edward II. Di masa pemerintahan Raja Edward III, Parlemen Kerajaan Bersatu mulai menggunakan system dua kamar yang terpisah. Majelis rendah yang disebut House of Commons yang anggotanya terdiri dari wakil-wakil daerah administrasi shire/borough, dan majelis tinggi House of Lords yang terdiri dari pendeta senior dan bangsawan. Sepanjang abad ke-15, kekuasaan majelis rendah dan majelis tinggi juga berkembang melebihi kekuasaan yang pernah dimiliki sebelumnya. Majelis tinggi (House of Lords) jauh lebih berkuasa dari majelis rendah (House of Commons) karena pengaruh kuat kalangan aristokrat dan wali gereja.
Kekuatan kalangan bangsawan mengalami kemunduran selama perang saudara pada akhir abad ke-15 yang disebut Perang Bunga Mawar. Kalangan bangsawan banyak yang tewas di medan pertempuran atau dihukum mati. Selain itu, tanah milik kalangan bangsawan banyak yang jatuh ke tangan pihak kerajaan. Akibat perang tersebut, pihak kerajaan mengambil alih kekuasaan yang selama ini berada di kalangan bangsawan. Dominasi kerajaan terus berkembang semasa berkuasanya Dinasti Tudor di abad ke-16. Kekuasaan pihak kerajaan mengalami puncak kejayaan di masa pemerintahan Raja Henry VIII dari Inggris (1509-1547).
Walaupun House of Lords tetap lebih berkuasa dari House of Commons, majelis rendah terus mengembangkan pengaruhnya hingga kedudukannya menjadi sama tinggi dengan House of Commons pada pertengahan abad ke-17. Pertentangan antara Raja dan Parlemen (sebagian besar dengan House of Commons) akhirnya menjadi penyebab Perang Saudara Inggris sepanjang dekade 1640-an.
House of Lords betugas :
• Membuat undang-undang. House of Commons sebenarnya dapat mengajukan rancangan undang-undang Finansial, dan House of Lords dapat mengubahnya. Keputusan atas undang-undang tersebut berada di tangan House of Lords.
• Memeriksa pekerjaan pemerintah dengan mempertanyakan dan memperdebatkan keputusan yang dibuat oleh mentri dan pemerintah.
• Sebagai lembaga pembahasan publik yang tidak terikat dengan pemerintah yang bekuasa dan didukung oleh House of Commons.
Sekarang ini, jumlah kursi House of Lords (731) melebihi jumlah kursi House of Commons (646). Hasil pemungutan suara di House of Commons 7 Maret 2007 memutuskan penggantian anggota House of Lords dengan anggota yang dipilih lewat pemilihan umum (dengan opsi 100% hasil pemilu atau 80% hasil pemilu dan 20% hasil pengangkatan). Namun seminggu kemudian, House of Lords menolak usulan tersebut, dan memutuskan seluruh anggota House of Lords tetap berasal dari pengangkatan.
Ada 5 jenis Archbishops di Inggris, yaitu:
•Archbishop of Canterbury
•Archbishop of Durham
•Archbishop of London
•Archbishop of Winchester
•Archbishop of York
Parlemen Kerajaan Bersatu Britania Raya berasal dari dewan penasihat raja di abad pertengahan. Pada waktu itu, anggota dewan kerajaan terdiri dari rohaniwan, bangsawan, dan perwakilan dari pemerintah lokal yang disebut county (daerah administrasi borough juga kemudian mengirimkan wakilnya). Parlemen pertama yang dimiliki Kerajaan Bersatu (1295) terdiri dari uskup agung, uskup, kepala biara, bangsawan bergelar Earl dan Baron, dan wakil-wakil dari daerah-daerah administrasi shire dan borough. Kekuasaan parlemen berkembang secara lambat, serta bisa berkurang atau bertambah bergantung kondisi kerajaan yang sedang menguat atau melemah. Di masa pemerintahan Raja Edward II dari Inggris, kekuasaan kalangan bangsawan lebih kuat dari kekuasaan istana, namun sebaliknya wakil-wakil dari shire dan borough sama sekali tidak berdaya. Pada tahun 1322, kekuasaan parlemen untuk pertama kali diakui bukan oleh piagam kerajaan, melainkan dengan undang-undang yang disahkan oleh parlemen sendiri.
Perkembangan penting terjadi di masa pemerintahan Raja Edward III dari Inggris yang mewariskan tahta dari Raja Edward II. Di masa pemerintahan Raja Edward III, Parlemen Kerajaan Bersatu mulai menggunakan system dua kamar yang terpisah. Majelis rendah yang disebut House of Commons yang anggotanya terdiri dari wakil-wakil daerah administrasi shire/borough, dan majelis tinggi House of Lords yang terdiri dari pendeta senior dan bangsawan. Sepanjang abad ke-15, kekuasaan majelis rendah dan majelis tinggi juga berkembang melebihi kekuasaan yang pernah dimiliki sebelumnya. Majelis tinggi (House of Lords) jauh lebih berkuasa dari majelis rendah (House of Commons) karena pengaruh kuat kalangan aristokrat dan wali gereja.
Kekuatan kalangan bangsawan mengalami kemunduran selama perang saudara pada akhir abad ke-15 yang disebut Perang Bunga Mawar. Kalangan bangsawan banyak yang tewas di medan pertempuran atau dihukum mati. Selain itu, tanah milik kalangan bangsawan banyak yang jatuh ke tangan pihak kerajaan. Akibat perang tersebut, pihak kerajaan mengambil alih kekuasaan yang selama ini berada di kalangan bangsawan. Dominasi kerajaan terus berkembang semasa berkuasanya Dinasti Tudor di abad ke-16. Kekuasaan pihak kerajaan mengalami puncak kejayaan di masa pemerintahan Raja Henry VIII dari Inggris (1509-1547).
Walaupun House of Lords tetap lebih berkuasa dari House of Commons, majelis rendah terus mengembangkan pengaruhnya hingga kedudukannya menjadi sama tinggi dengan House of Commons pada pertengahan abad ke-17. Pertentangan antara Raja dan Parlemen (sebagian besar dengan House of Commons) akhirnya menjadi penyebab Perang Saudara Inggris sepanjang dekade 1640-an.
House of Lords betugas :
• Membuat undang-undang. House of Commons sebenarnya dapat mengajukan rancangan undang-undang Finansial, dan House of Lords dapat mengubahnya. Keputusan atas undang-undang tersebut berada di tangan House of Lords.
• Memeriksa pekerjaan pemerintah dengan mempertanyakan dan memperdebatkan keputusan yang dibuat oleh mentri dan pemerintah.
• Sebagai lembaga pembahasan publik yang tidak terikat dengan pemerintah yang bekuasa dan didukung oleh House of Commons.
Sekarang ini, jumlah kursi House of Lords (731) melebihi jumlah kursi House of Commons (646). Hasil pemungutan suara di House of Commons 7 Maret 2007 memutuskan penggantian anggota House of Lords dengan anggota yang dipilih lewat pemilihan umum (dengan opsi 100% hasil pemilu atau 80% hasil pemilu dan 20% hasil pengangkatan). Namun seminggu kemudian, House of Lords menolak usulan tersebut, dan memutuskan seluruh anggota House of Lords tetap berasal dari pengangkatan.
Ada 5 jenis Archbishops di Inggris, yaitu:
•Archbishop of Canterbury
•Archbishop of Durham
•Archbishop of London
•Archbishop of Winchester
•Archbishop of York
Label:
archbishops,
house of lords,
irsya,
tpmi
Rowan Atkinson
Rowan Sebastian Atkinson adalah seorang pelawak, pemeran, dan penulis Inggris, terkenal karena film seri televise Blackadder dan Mr. Bean. Ia lahir pada 6 Januari 1955 di Consett, Country Durham. Orang tuannya bernama Ella May and Eric Atkinson. Ayahnya memiliki sebuah peternakan di mana ia dibesarkan dengan kedua saudaranya yang lebih tua, Rupert Atkinson dan Rodney Atkinson (seorang politikus). Rowan Atkinson bersekolah di Durham Choristers School, kemudian St Bees School, dan mempelajari teknik elektro di Newcastle University. Ketika di sekolah, ia sekelas dengan mantan perdana menteri Tony Blair. Ia kemudian meraih gelar M.Sc. dari Oxford University, Oxford, UK.
Menurut The Observer, ia adalah salah satu dari 50 orang terlucu di Inggris. Ia mulai muncul di televisi pada acara Not the Nine O’Clock News, diikuti dengan The Black Adder, dan kemudian Mr. Bean. Ia pertama kali memperkenalkan peran konyol tersebut pada tahun 1990 lalu melalui serial TV, MR. BEAN. Kemudian dia memperkenalkan karakter tersebut melalui layar lebar pada 1997, dengan judul BEAN.
Atkinson telah membintangi iklan untuk Hitachi, Fujifilm, donor darah, dan Barclaycard. Selain itu ia muncul dalam film-film Never Say Never Again, Four Weddings and a Funeral, The Lion King, Rat Race, Love Actually, dan memainkan peran utama dalam Bean, Mr. Bean’s Holiday, dan Johnny English. Ia dianugerahi Laurence Olivier Theatre Award untuk Best Comedy Performance pada tahun 1982 untuk musim 1981.
Atkinson menikah dengan Sunetra Sastry pada 1990. Mereka dikaruniai dua anak, Lily dan Benjamin, dan tinggal di desa Oxfordshire. Ia memiliki koleksi mobil dan menulis untuk majalah Car dan Evo. Koleksi mobilnya kebanyakan terdiri dari Aston Martin, termasuk DB7 yang digunakan dalam Johnny English. Mobil Aston Martin V8 Zagato miliknya memiliki plat nomor "COM1C", dan dikendarainya dalam film The Tall Guy.
Saya sendiri menyukai Rowan Atkinson, terutama dengan perannya sebagai Mr. Bean, karena sosok Rowan Atkinson di peran tersebut memiliki kharisma tersendiri. Kebodohan atau kekonyolan pengundang tawa yang dia lakukan seringkali berujung pada hasil yang jenius, tidak di duga oleh orang banyak dan membawa kebahagian bagi orang lain.
Menurut The Observer, ia adalah salah satu dari 50 orang terlucu di Inggris. Ia mulai muncul di televisi pada acara Not the Nine O’Clock News, diikuti dengan The Black Adder, dan kemudian Mr. Bean. Ia pertama kali memperkenalkan peran konyol tersebut pada tahun 1990 lalu melalui serial TV, MR. BEAN. Kemudian dia memperkenalkan karakter tersebut melalui layar lebar pada 1997, dengan judul BEAN.
Atkinson telah membintangi iklan untuk Hitachi, Fujifilm, donor darah, dan Barclaycard. Selain itu ia muncul dalam film-film Never Say Never Again, Four Weddings and a Funeral, The Lion King, Rat Race, Love Actually, dan memainkan peran utama dalam Bean, Mr. Bean’s Holiday, dan Johnny English. Ia dianugerahi Laurence Olivier Theatre Award untuk Best Comedy Performance pada tahun 1982 untuk musim 1981.
Atkinson menikah dengan Sunetra Sastry pada 1990. Mereka dikaruniai dua anak, Lily dan Benjamin, dan tinggal di desa Oxfordshire. Ia memiliki koleksi mobil dan menulis untuk majalah Car dan Evo. Koleksi mobilnya kebanyakan terdiri dari Aston Martin, termasuk DB7 yang digunakan dalam Johnny English. Mobil Aston Martin V8 Zagato miliknya memiliki plat nomor "COM1C", dan dikendarainya dalam film The Tall Guy.
Saya sendiri menyukai Rowan Atkinson, terutama dengan perannya sebagai Mr. Bean, karena sosok Rowan Atkinson di peran tersebut memiliki kharisma tersendiri. Kebodohan atau kekonyolan pengundang tawa yang dia lakukan seringkali berujung pada hasil yang jenius, tidak di duga oleh orang banyak dan membawa kebahagian bagi orang lain.
Kamis, 22 April 2010
Jaguar, Brand of UK
Jaguar Cars Ltd, yang lebih dikenal hanya sebagai Jaguar, adalah sebuah produsen mobil mewah asal Britain. Didirikan pada 1992 sebagai Swallow Sidecar Company oleh William Lyons yang berkantor pusat Coventry. Pada awalnya membuat motor sidecars sebelum beralih ke mobil penumpang.. Perusahaan ini dinamakan Jaguar Cars setelah Perang Dunia II karena konotasi yang kurang menguntungkan dari inisial SS. Setelah beberapa perubahan kepemilikan sejak tahun 1960-an, Jaguar tercatat di Bursa Efek London dan menjadi konstituen dari indeks FTSE 100 sampai ini diakuisisi oleh Ford pada tahun 1989. Jaguar juga memegang Royal Waran dari HM Ratu Elizabeth II dan HRH Pangeran Charles. Perusahaan ini sejak Maret 2008 dimiliki oleh perusahaan India Tata Motors Ltd. (sebelumnya dari tahun 1990 hingga 2008 Jaguar dimiliki Ford Motor Company) dan dioperasikan sebagai bagian dari Jaguar Land Rover bisnis. Jaguar dikenal dengan mobil saloon mewah dan olah raga, segmentasi pasar yang telah dimilikinya sejak 1930-an.
Saat ini, mobil Jaguar dirancang di pusat rekayasa Rover Tanah Jaguar di Whitley pabrik di Coventry dan di Gaydon di Warwickshire, dan diproduksi dalam dua rakitan Jaguar Land Rover; Castle Bromwich assembly plant di Birmingham dan Halewood Body & Assembly dekat Liverpool. Model pertama pasca perang tahun 1948, Mark V tersedia dalam mesin 2,5 atau mesin 3,5 liter dan memiliki penampilan lebih ramping daripada model-model pra-perang, tetapi yang lebih penting adalah perubahan untuk suspensi depan independen, dan rem hidrolik. Terobosan besar ini diluncurkan pada tahun 1948 dari XK120 mobil sport, yang dikombinasikan tubuh dasarnya shell yang disalin dari 1940 BMW 328 Coupe dengan XK kembar baru overhead camshaft (DOHC) 3.5 liter hemi-head, mesin enam silinder yang dirancang oleh William Heynes, Walter Hassan dan Claude Baily. Mesin ini telah dirancang selama malam-malam panjang selama perang ketika mereka akan berjaga-jaga di pabrik. Mobil itu awalnya dimaksudkan sebagai sebuah model produksi pendek sekitar 200 kendaraan sebagai tempat tidur uji untuk mesin baru sampai body mobil yang dimaksudkan, Mark baru VII saloon, sudah siap. Selain itu, Jaguar membuat model-model mobil lainnya dengan kelebihan masing-masing seperti XJ220 (produksi mobil tercepat di dunia), Jaguar XF, Jaguar XJ, dll.
Saya menyukai brand mobil Jaguar karena brand ini menyediakan mobil-mobil yang memiliki spesifikasi kegunaan secara khusus, misanya untuk sport yang memiliki kecepatan tinggi. Selain itu, kelebihan-kelebihan yang diberikan baik dari segi mesin maupun model dan fasilitas didalamnya juga sangat memuaskan dan sepadan dengan harganya yang selangit.
Saat ini, mobil Jaguar dirancang di pusat rekayasa Rover Tanah Jaguar di Whitley pabrik di Coventry dan di Gaydon di Warwickshire, dan diproduksi dalam dua rakitan Jaguar Land Rover; Castle Bromwich assembly plant di Birmingham dan Halewood Body & Assembly dekat Liverpool. Model pertama pasca perang tahun 1948, Mark V tersedia dalam mesin 2,5 atau mesin 3,5 liter dan memiliki penampilan lebih ramping daripada model-model pra-perang, tetapi yang lebih penting adalah perubahan untuk suspensi depan independen, dan rem hidrolik. Terobosan besar ini diluncurkan pada tahun 1948 dari XK120 mobil sport, yang dikombinasikan tubuh dasarnya shell yang disalin dari 1940 BMW 328 Coupe dengan XK kembar baru overhead camshaft (DOHC) 3.5 liter hemi-head, mesin enam silinder yang dirancang oleh William Heynes, Walter Hassan dan Claude Baily. Mesin ini telah dirancang selama malam-malam panjang selama perang ketika mereka akan berjaga-jaga di pabrik. Mobil itu awalnya dimaksudkan sebagai sebuah model produksi pendek sekitar 200 kendaraan sebagai tempat tidur uji untuk mesin baru sampai body mobil yang dimaksudkan, Mark baru VII saloon, sudah siap. Selain itu, Jaguar membuat model-model mobil lainnya dengan kelebihan masing-masing seperti XJ220 (produksi mobil tercepat di dunia), Jaguar XF, Jaguar XJ, dll.
Saya menyukai brand mobil Jaguar karena brand ini menyediakan mobil-mobil yang memiliki spesifikasi kegunaan secara khusus, misanya untuk sport yang memiliki kecepatan tinggi. Selain itu, kelebihan-kelebihan yang diberikan baik dari segi mesin maupun model dan fasilitas didalamnya juga sangat memuaskan dan sepadan dengan harganya yang selangit.
Langganan:
Postingan (Atom)
